Bentrok Surabaya Picu Pengeroyokan Tragis Antarkelompok Pemuda Sambikerep

Foto
beritakeadilan.com,

SURABAYA, JAWA TIMUR-Aksi kekerasan antarkelompok pemuda kembali mencoreng ketenangan Kota Surabaya. Aparat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menahan tujuh pemuda yang diduga kuat menjadi pelaku pengeroyokan brutal di Jalan Candi Lontar, Kecamatan Sambikerep. Peristiwa berdarah yang terjadi pada Minggu dini hari tersebut berawal dari ketegangan antara dua kelompok, yakni SPARTA asal Gresik dan ANJALUTUNG dari kawasan Surabaya Barat.

Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, menjelaskan bahwa insiden bermula saat rombongan SPARTA yang berjumlah sekitar 25 orang mendatangi wilayah Surabaya. Rombongan tersebut berniat mencari rekan mereka yang sebelumnya mengaku menjadi korban penganiayaan. Namun, saat melintas di depan SD Al Mizan, kelompok ANJALUTUNG mendadak menghadang dan menyerang rombongan tersebut secara mendadak.

Aksi penyerangan yang berlangsung cepat itu mengakibatkan enam orang dari kelompok korban mengalami luka-luka serius. Selain melayangkan pukulan mentah, para pelaku diduga menggunakan benda tumpul berupa paving block untuk melukai korban. Salah satu korban bahkan harus menerima tujuh jahitan di kepala, sementara korban lainnya menderita luka bakar pada telapak tangan akibat kontak langsung dengan knalpot sepeda motor yang panas.

Polisi bergerak cepat mengamankan ketujuh pemuda berinisial KR, MH, SP, FR, MS, MAI, dan F. Penyidik menduga setiap tersangka memiliki peran spesifik dalam aksi kekerasan tersebut, mulai dari melempar paving block hingga melakukan penganiayaan fisik. Sejumlah barang bukti berupa potongan paving block, pakaian saat kejadian, serta dokumen visum et repertum telah diamankan untuk memperkuat berkas perkara.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh proses hukum tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah. Para tersangka kini menghadapi ancaman jerat Pasal 262 KUHP dan/atau Pasal 466 KUHP tentang pengeroyokan dan penganiayaan. Penyidikan mendalam terus berjalan guna mengungkap potensi keterlibatan pihak lain dalam konflik antarkelompok ini.

Belum ada komentar