PSSI Toba Diperkuat Coach Bernard Siahaan, 43 Tahun Pengalaman Sepak Bola Kini Didedikasikan untuk Generasi Muda

beritakeadilan.com,

KABUPATEN TOBA, SUMATERA UTARA – Sabtu, 15 Agustus 2026 . Perjalanan panjang Coach Bernard Siahaan, ST., di dunia sepak bola Indonesia kembali berlanjut di Kabupaten Toba. Dengan pengalaman selama 43 tahun sebagai pemain dan pelatih, Bernard kini terpanggil untuk memberikan sumbangsih bagi pembinaan sepak bola generasi muda dan menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali persepakbolaan di Kabupaten Toba.

 

Kehadiran Bernard di lingkungan PSSI Kabupaten Toba bermula ketika dirinya datang ke Kantor PSSI Toba atas undangan sahabat lamanya, Parulian Simbolon, S.Pd. Dalam kesempatan tersebut, Bernard menceritakan perjalanan panjang sekaligus pengalaman pahit yang pernah dilaluinya dalam dunia sepak bola kepada Ketua PSSI Kabupaten Toba, Koko Mr Siagian, ST., dan Sekretaris Umum PSSI Kabupaten Toba, Sanjay Efendi Baringbing, S.Pd.

 

Bernard mengaku terpanggil untuk mengabdikan pengalaman yang dimilikinya bagi generasi muda dan mudi Toba. Baginya, tidak ada kata lelah untuk membina pemain muda. Ia merasakan sendiri betapa besar pengaruh sepak bola dalam membentuk kehidupan, karakter, kedisiplinan, serta perjalanan karier seseorang. Karena itu, di masa pengabdiannya saat ini, ia ingin terus menularkan ilmu dan pengalaman kepada para pemain muda.

 

Selain berkarier di dunia sepak bola, Bernard juga memiliki perjalanan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia memulai karier sebagai ASN pada Maret 1987 pada masa pemerintahan Bupati Deli Serdang Wasiman. Saat itu, ia berada di bawah kepemimpinan Bapak Ir. Sujono Giatmo yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan hidup Bernard dalam menjalankan pengabdian sekaligus tetap aktif di dunia sepak bola.

 

Bernard sangat menyayangkan kondisi persepakbolaan Kabupaten Toba yang menurutnya sempat vakum selama kurang lebih 20 tahun. Kondisi tersebut membuat dirinya merasa belum dapat memberikan sumbangsih secara maksimal bagi daerah yang dicintainya. Karena itu, ketika kesempatan untuk kembali terlibat dalam pembinaan sepak bola Toba terbuka, ia memilih untuk mengambil bagian dan memberikan apa yang dimilikinya.

 

Perjalanan Bernard di dunia sepak bola dimulai pada 1983 ketika memperkuat PSMS Junior di Klaten. Setahun kemudian, ia mendapat kepercayaan memperkuat PSMS Senior. Kariernya semakin berkembang pada 1985 ketika menjadi bagian dari tim yang meraih Juara I Perserikatan di Senayan, Jakarta, sekaligus meraih Juara Harapan pada ajang Marahalim Cup.

 

Pada 1986, Bernard pindah ke PSDS Deli Serdang melalui proses transfer pemain. Pada tahun yang sama, ia turut memperkuat Tim Sumut-A Dinas PU Deli Serdang yang berhasil meraih Juara I Kejuaraan Nasional Galakarya di Medan. Prestasi tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan kariernya sebagai pesepakbola.

 

Memasuki periode 1987 hingga 1990, Bernard kembali mencatat berbagai pengalaman bersama PSDS. Ia menjadi bagian dari tim yang meraih Juara Divisi I Piala Perserikatan dan kemudian tampil dalam kompetisi Perserikatan Divisi Utama PSSI se-Indonesia bersama PSDS pada 1988 dan 1989.

 

Salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya terjadi pada 1989 ketika Bernard memperkuat Tim Sumatera Utara pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XII di Jakarta. Dalam pertandingan final menghadapi Jawa Timur, Bernard mencetak gol penting pada menit ke-74. Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan hingga laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu dan akhirnya Sumatera Utara berhasil meraih medali emas PON XII.

 

Pada 1990, Bernard kembali memperkuat PSDS dalam kompetisi Divisi Utama PSSI se-Indonesia sebelum kemudian menjalani transfer ke Harimau Tapanuli FC. Setahun berikutnya, ia kembali menorehkan prestasi dengan meraih Juara I Liga Antar-Club se-Indonesia di Senayan, Jakarta. Pada tahun yang sama, Bernard juga memperluas wawasan sepak bolanya dengan mengikuti Sekolah Akademi Sepak Bola di Belanda.

 

Karier Bernard sebagai pemain berlangsung hingga 1996. Sebelumnya, pada 1995 ia mengikuti Piala Kaltex Cup, menjadi bagian dari tim yang meraih Juara I Galakarya se-Indonesia, serta memperkuat PSDS dalam Piala Dunhill I dan II Divisi Utama Indonesia. Pada 1996, ia resmi mengakhiri kariernya sebagai pemain PSDS Deli Serdang.

 

Setelah mengakhiri karier sebagai pemain, Bernard tidak meninggalkan dunia sepak bola. Ia melanjutkan pengabdiannya sebagai pelatih. Pada 1996–2001, ia dipercaya menjadi pelatih PS Pioneer FC University of Dharma Agung Medan. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal penting baginya untuk terus mengembangkan kemampuan dalam pembinaan pemain.

 

Kiprahnya di Kabupaten Toba berlanjut pada 2002 ketika Bernard menjadi pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas Muda Balige. Setahun kemudian, ia berhasil membawa Tunas Muda meraih Juara I Tunas Muda Cup Kabupaten Toba. Pada 2004, Bernard kembali dipercaya menangani tim sepak bola AMS Tambunan Balige.

 

Setelah beberapa tahun, Bernard kembali aktif dalam pembinaan sepak bola usia muda. Pada 2024, ia tercatat sebagai pelatih SSB Tunas Muda Balige. Sejak 2026 hingga saat ini, Bernard juga turut berkiprah dalam kepengurusan PSSI Kabupaten Toba dan terlibat langsung dalam pembinaan pemain muda, termasuk kelompok usia U-13 dan U-15.

 

Dengan pengalaman sebagai pemain, peraih prestasi tingkat nasional, pengalaman menimba ilmu sepak bola di Belanda, serta puluhan tahun sebagai pelatih, Bernard Siahaan memiliki modal pengalaman yang sangat berharga untuk membantu pengembangan sepak bola Kabupaten Toba.

 

Kini, melalui PSSI Kabupaten Toba, Bernard berharap pengalamannya dapat diwariskan kepada generasi muda. Ia ingin para pemain tidak hanya memiliki kemampuan teknik dan fisik, tetapi juga disiplin, mental bertanding, semangat, karakter, serta kecintaan terhadap sepak bola.

 

Bagi Bernard, pengabdian di dunia sepak bola bukan semata-mata tentang mengejar prestasi pribadi. Lebih dari itu, sepak bola merupakan sarana membentuk masa depan generasi muda. Dengan semangat tersebut, ia menyatakan kesiapannya untuk terus membimbing anak-anak Toba tanpa mengenal lelah, demi lahirnya pesepakbola muda yang mampu membawa nama Kabupaten Toba hingga tingkat nasional.

 

Kehadiran Bernard di tengah pembinaan PSSI Kabupaten Toba diharapkan menjadi salah satu kekuatan dalam membangun kembali ekosistem sepak bola daerah yang lebih aktif, terarah dan berkelanjutan. Pengalaman panjang yang dimilikinya menjadi aset penting untuk mendukung lahirnya generasi pesepakbola Toba yang berprestasi dan mampu bersaing di masa mendatang.

Belum ada komentar