Prestasi Sidoarjo
PN Sidoarjo Raih Penghargaan Kinerja Terbaik Mahkamah Agung
JAKARTA PUSAT (Beritakeadilan.com, DKI Jakarta)-Mahkamah Agung Republik Indonesia resmi menganugerahkan penghargaan kinerja terbaik kepada Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo Kelas IA Khusus. Penghargaan bergengsi dalam aspek penyelesaian perkara tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. H. Sunarto, kepada Ketua PN Sidoarjo, Darius Naftali, S.H., M.H., Selasa (30/12/2025).
Bertempat di lobi utama Gedung Mahkamah Agung RI, Jakarta, seremoni bertajuk “Pengadilan Bermartabat, Negara Berdaulat” ini menjadi bukti nyata komitmen lembaga peradilan dalam mengejar efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas hukum.

Prestasi ini bukan tanpa alasan. PN Sidoarjo dinilai sangat progresif dalam menyelesaikan tunggakan perkara. Darius Naftali mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan audit besar-besaran terhadap permohonan eksekusi yang sempat tersendat sejak tahun 2022.
"Kami melakukan rekap ulang dan memanggil kembali para pemohon untuk mencari solusi atas kendala yang ada. Perkara yang bisa dilaksanakan langsung kami eksekusi, sementara yang memang tidak bisa dieksekusi kami coret dari register dan biaya perkaranya dikembalikan secara utuh," ujar Darius.
Langkah berani ini membuahkan hasil signifikan. PN Sidoarjo tercatat mampu menyelesaikan eksekusi hingga tiga kali lipat dibandingkan periode biasanya. Hal ini dianggap sebagai terobosan dalam memberikan kepastian hukum bagi para pencari keadilan.
Ketua MA RI, Prof. Dr. H. Sunarto, menegaskan bahwa penilaian dilakukan secara objektif. Indikator utama meliputi kepatuhan terhadap tenggat waktu penanganan perkara serta konsistensi dalam transparansi administratif.
"Penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, melainkan instrumen pembinaan agar seluruh satuan kerja peradilan terus menjaga standar profesionalisme dan integritas," tegas Prof. Sunarto dalam sambutannya.
Meski menerima apresiasi tinggi, Darius Naftali menekankan bahwa capaian ini adalah hasil kerja keras kolektif seluruh jajaran di PN Sidoarjo, mulai dari hakim, panitera, hingga staf pendukung. Ia pun mengingatkan jajarannya agar tidak berpuas diri di tengah ekspektasi publik yang kian tinggi terhadap institusi yang bersih.
"Tantangan ke depan semakin kompleks. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat budaya kerja yang transparan dan akuntabel guna mewujudkan badan peradilan yang agung dan dipercaya masyarakat," pungkasnya.
Pemberian anugerah ini diharapkan mampu memicu kompetisi sehat antar-satuan kerja peradilan di seluruh Indonesia demi mempercepat akselerasi reformasi birokrasi di lingkungan Mahkamah Agung.
(M.NUR)