UMSurabaya Gelar Konser Amal Peduli Sumatera, Galang Donasi untuk Korban Bencana
SURABAYA (Beritakeadilan.com, Jawa Timur) – Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) melalui Lazismu menggelar konser amal bertajuk “Peduli Sumatera” sebagai wujud kepedulian terhadap bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.
Kegiatan yang berlangsung di Lobi At Tauhid Tower ini menghadirkan atmosfer solidaritas kuat dari seluruh civitas akademika. Sunbeam Band, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), serta sejumlah mahasiswa turut memeriahkan acara dengan penampilan lagu-lagu bertema kemanusiaan.
Suasana konser semakin hidup dengan keterlibatan mahasiswa internasional, mahasiswa difabel, hingga mahasiswa umum yang secara spontan menyumbangkan suara mereka. Para pimpinan universitas pun ikut berdiri di panggung, mempersembahkan lagu reflektif yang menyuarakan empati terhadap sesama.
Selain hiburan, konser menjadi ruang penggalangan dana. Lazismu UMSurabaya menyiapkan X-banner berisi QRIS di berbagai titik kampus untuk mempermudah donasi digital, serta menyediakan kotak donasi bagi civitas akademika yang ingin memberi secara langsung. Seluruh dana akan disalurkan melalui Lazismu Jawa Timur untuk warga terdampak bencana di Sumatera.
Rektor UMSurabaya, Mundakir, menegaskan bahwa kepedulian merupakan kekuatan yang menyatukan bangsa, terutama saat musibah melanda.
“Ketika saudara kita diuji bencana, maka kemanusiaanlah yang harus kita kedepankan,” ujar Mundakir, Kamis (04/12/25).
Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk mengulurkan tangan dan berbagi rezeki, sekaligus menyampaikan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, bencana hidrometeorologi kini semakin sering terjadi akibat kerusakan alam yang tak terkendali.
Mundakir menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi publik tentang mitigasi bencana dan pentingnya pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Konser amal ini, katanya, bukan sekadar hiburan, melainkan sarana pendidikan solidaritas bagi mahasiswa.
“Melalui kegiatan ini, kampus berharap generasi muda semakin memahami bahwa musik, kreativitas, dan kebersamaan dapat menjadi medium perubahan sosial sekaligus wujud kepedulian terhadap sesama,” jelas Mundakir.(**)