Warga Sebut Aktivitas Tanah Clay di Jeruk Gulung Bukan Galian C, Melainkan Pemerataan Lahan

Salah satu petani desa Sambongrejo saat dilokasi pemerataan lahanya.(Foto: Iwan Wartawan beritakeadilan.com).
beritakeadilan.com,

KABUPATEN TUBAN, JAWA TIMUR – Aktivitas pengambilan tanah clay di kawasan Jeruk Gulung, Desa Sambongrejo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, disebut warga bukan merupakan kegiatan galian C, melainkan bagian dari proses pemerataan dan penataan lahan pertanian.

Warga menyebut material clay yang dikeluarkan dari sejumlah bidang lahan merupakan bagian dari pekerjaan untuk memperbaiki kontur tanah yang sebelumnya tidak seragam. Tanah pada bagian tertentu dipindahkan agar permukaan lahan menjadi lebih rata dan mudah dikelola untuk kegiatan pertanian.

Seorang warga Desa Sambongrejo mengatakan pekerjaan tersebut dilakukan secara bertahap dan berpindah dari satu bidang lahan ke bidang lainnya. Setelah satu lokasi selesai ditata, pekerjaan kemudian dilanjutkan pada lahan berikutnya.

Menurutnya, tanah clay yang dikeluarkan bukan menjadi tujuan utama pekerjaan. Material tersebut merupakan bagian dari tanah yang harus dipindahkan dalam proses penataan kontur agar bidang pertanian memiliki permukaan yang lebih sesuai untuk pengolahan.

Salah seorang petani di Dusun Jeruk Gulung, Desa Sambongrejo, yang disebut bernama Lumaji, mengatakan kondisi sawah sebelum dilakukan pemerataan cukup menyulitkan. Kontur tanah yang tidak seragam membuat proses pengolahan membutuhkan tenaga dan waktu lebih besar.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya pemerataan lahan ini. Dulu petaknya sempit dan pengolahannya sulit. Setelah diratakan, lahannya menjadi lebih luas dan lebih mudah dikelola. Kami berharap hasil panen juga bisa meningkat,” ujar Lumaji saat ditemui awak media di lokasi, Senin (31/8/2026).

Ia menilai perubahan kondisi lahan tidak hanya terlihat dari bentuk bidang sawah, tetapi juga dari kemudahan dalam mengelolanya. Setelah ditata, lahan dinilai lebih leluasa untuk dikerjakan sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kegiatan pertanian.

Pendapat serupa disampaikan Heri. Menurut dia, penataan kontur turut berdampak pada pengelolaan sistem pengairan. Permukaan tanah yang lebih seragam membuat distribusi air ke areal persawahan dinilai lebih mudah diatur.

“Kalau lahannya sudah rata, pengelolaannya lebih mudah. Akses pengairan juga jauh lebih baik. Mudah-mudahan tanahnya semakin produktif dan hasil panen ke depan lebih melimpah,” katanya.

Petani lainnya, Gatot, juga mengaku merasakan manfaat setelah lahannya dilakukan pemerataan. Ia menyebut hasil panennya menjadi lebih maksimal setelah kondisi sawah ditata.

“Alhamdulillah mas, setelah diratakan sawah saya hasil panennya bisa maksimal,” ucap Gatot beberapa bulan lalu.

Secara umum, pemerataan atau land leveling pada lahan pertanian dilakukan untuk menciptakan permukaan tanah yang lebih seragam. Kondisi tersebut dapat membantu pengelolaan air, terutama pada lahan yang menggunakan sistem irigasi.

Permukaan lahan yang lebih rata juga dapat mempermudah penggunaan alat dan mesin pertanian. Traktor maupun peralatan mekanis lainnya dapat bekerja lebih efektif pada bidang tanah yang tidak terlalu bergelombang.

Selain itu, penataan kontur dapat membantu mengurangi genangan pada titik tertentu sekaligus mengendalikan aliran air yang berpotensi menyebabkan erosi. Bagi petani, kondisi tersebut berkaitan langsung dengan kemudahan dalam proses pengolahan, penanaman, pemeliharaan hingga pengaturan pengairan.

Keterangan warga dan petani tersebut memberikan perspektif mengenai aktivitas tanah clay di kawasan Jeruk Gulung. Dari sudut pandang masyarakat yang menggarap lahan, kegiatan tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya memperbaiki kondisi dan fungsi lahan pertanian.

Bagi petani di Jeruk Gulung, manfaat yang mereka harapkan cukup sederhana, yakni lahan lebih mudah diolah, pengairan lebih tertata, serta produktivitas pertanian meningkat.

Karena itu, fakta lapangan dan keterangan masyarakat menjadi bagian penting untuk melihat aktivitas tanah clay tersebut secara utuh.

Belum ada komentar