Sukses Digelar, Bazar UMKM di Sukodadi Dorong Produk Lokal dan Ekonomi Masyarakat

Foto: Kepala Desa Sukodadi Rollando Shen Jonna bersama sejumlah peserta bazar UMKM saat di lapak dagangannya di depan kantor Desa Sukodadi
beritakeadilan.com,

KABUPATEN LAMONGAN, JAWA TIMUR – Puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut meramaikan bazar UMKM yang digelar di depan Kantor Desa Sukodadi, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Minggu (30/8) malam.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini, bazar UMKM mengusung tema “Jadoel Tempo Doeloe” dengan menghadirkan berbagai produk lokal yang dikemas dalam suasana nostalgia masa lalu.

Kepala Desa Sukodadi, Rollando Shen Jonna, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain bazar UMKM, Pemerintah Desa Sukodadi juga menggelar pentas seni yang menampilkan atraksi pencak silat PSHT serta penampilan perwakilan murid-murid TK. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan.

“Bazar UMKM ini digelar yakni tidak semata-mata menjadi ajang pameran dan hiburan. Diharapkan dengan adanya bazar ini bisa mampu meningkatkan ekonomi masyarakat Sukodadi,” kata Kepala Desa Sukodadi Rollando Shen Jonna, Minggu (30/8) malam.

Ia mengungkapkan, sedikitnya 60 pelaku usaha dari 30 RT di Desa Sukodadi ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Jumlah itu belum termasuk peserta dari kelompok PKK dan Dharma Wanita.

“Kegiatan itu digelar bertujuan agar produk UMKM di Desa Sukodadi bisa dikenal oleh masyarakat luas. Hal ini juga selaras dengan pesan Bupati Lamongan dengan slogan ‘Monggo Ditumbasi’ untuk produk-produk UMKM di Lamongan,” ucapnya.

Beragam produk makanan dan minuman tradisional turut ditawarkan dalam bazar tersebut. Di antaranya nasi jagung, putu ayu, tiwul, wedang ronde, serta berbagai kuliner khas lainnya.

“Produk unggulan lainnya dari Desa Sukodadi yakni ada tumpeng kue basah telur asin, nasi kerawuh, kopyah serta olahan makanan dan minuman. Untuk harga nasi kerawuh dibanderol dengan harga Rp10 ribu,” terang Kades.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mendorong para pelaku UMKM agar semakin maju, mandiri, dan sejahtera, sejalan dengan semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”

“Semoga kegiatan ini ke depan bisa terus kita laksanakan secara kontinu. Untuk membantu agar pelaku UMKM bisa lebih kuat lagi dan produknya juga bisa dikenal oleh masyarakat luas,” tandasnya.

Ia optimistis, masyarakat Sukodadi, khususnya para pelaku UMKM, dapat terus berkembang melalui berbagai kegiatan promosi dan pemasaran produk yang digelar pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan dan kabupaten.

Sementara itu, salah satu pengunjung Bazar Jadoel Tempo Doeloe, Sukacung (52), warga Desa Sukodadi, mengaku menikmati suasana bazar yang menghadirkan beragam makanan tradisional khas masyarakat setempat.

“Ada banyak pilihan makanan dan minuman tradisional yang dijual, mulai dari serabih, nogosari, tiwul dan es cincao serta es kopyor dan lain-lain. Harganya pun terjangkau,” pungkasnya.

Belum ada komentar