Rekrutmen PT Shoufung Lastindo Buka Peluang Kerja bagi Warga Bojonegoro

Rekrutmen PT Shoufung Disambut 10.333 Pelamar, Buka Peluang Kerja bagi Warga Bojonegoro
beritakeadilan.com,

KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR – Rekrutmen tenaga kerja PT Shoufung Lastindo di Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, menarik 10.333 pendaftar dalam kurun 5–9 Oktober 2026. Tingginya jumlah pelamar menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap kesempatan kerja, sekaligus menempatkan kapasitas penyerapan tenaga kerja sebagai aspek penting dalam pengembangan industri di daerah.

Seleksi melalui mekanisme walk in interview dimulai pada Senin (12/10/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga 17 Oktober 2026. Sekitar 970 pencari kerja mengikuti wawancara pada hari pertama. Pelaksanaannya dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Komisi C DPRD Bojonegoro, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), rektor perguruan tinggi di Bojonegoro, serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Sumberrejo.

Bagi para pelamar, rekrutmen ini membuka akses terhadap kesempatan kerja formal yang berpotensi meningkatkan pendapatan dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Namun, manfaat tersebut bergantung pada realisasi penerimaan tenaga kerja serta kesesuaian antara kualifikasi pelamar dan kebutuhan perusahaan.

Data pendaftaran mencatat 5.910 pelamar laki-laki dan 4.423 perempuan. Dari keseluruhan pendaftar, sebanyak 151 orang merupakan penyandang disabilitas.

Ditinjau dari latar belakang pendidikan, lulusan SMK mendominasi dengan 4.846 pelamar, diikuti lulusan SMA sebanyak 3.784 orang. Adapun lulusan SMP tercatat 879 orang, sarjana 664 orang, dan lulusan SD sebanyak 160 orang.

Sebaran tersebut memperlihatkan bahwa minat terhadap kesempatan kerja berasal dari berbagai jenjang pendidikan. Kondisi ini menempatkan proses seleksi yang objektif dan transparan sebagai faktor penting agar penerimaan tenaga kerja berjalan sesuai kompetensi, persyaratan jabatan, dan kebutuhan operasional perusahaan.

Manajemen PT Shoufung Lastindo menyampaikan bahwa perusahaan saat ini memiliki sekitar 2.800 karyawan. Penambahan tenaga kerja direncanakan secara bertahap, mengikuti perkembangan operasional perusahaan yang dijadwalkan berlangsung mulai November 2026 hingga April 2027.

Manajemen juga menyebutkan bahwa lahan yang telah disiapkan menjadi dasar bagi perusahaan untuk menargetkan peningkatan kapasitas penyerapan tenaga kerja hingga tiga kali lipat pada masa mendatang.

Meski demikian, target pengembangan tersebut perlu dibedakan dari realisasi perekrutan dalam periode berjalan. Jumlah pelamar tidak secara otomatis mencerminkan jumlah tenaga kerja yang akan diterima. Kepastian mengenai skala penyerapan tenaga kerja akan bergantung pada kebutuhan produksi, tahapan operasional, dan kebijakan perekrutan perusahaan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengapresiasi pembukaan kesempatan kerja oleh PT Shoufung Lastindo. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyatakan dukungan terhadap keberadaan dan pengembangan perusahaan tersebut, sekaligus berharap warga lokal memperoleh prioritas dalam proses perekrutan.

Harapan tersebut relevan dengan kepentingan pembangunan daerah. Investasi industri tidak hanya diukur dari perkembangan usaha, tetapi juga dari kontribusinya terhadap perluasan kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Karena itu, keterlibatan tenaga kerja lokal menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan manfaat ekonomi investasi dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Dengan 10.333 pendaftar dalam lima hari, rekrutmen PT Shoufung Lastindo memperlihatkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses pekerjaan. Tantangan berikutnya terletak pada realisasi penyerapan tenaga kerja dan keterbukaan proses seleksi, sehingga peluang yang tersedia dapat memberikan manfaat konkret bagi pencari kerja serta mendukung pertumbuhan ekonomi Bojonegoro.

Belum ada komentar