KABUPATEN TUBAN, JAWA TIMUR – Penataan lahan pertanian di Desa Sambongrejo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, mulai mengubah kondisi areal persawahan. Kontur sawah yang sebelumnya tidak rata kini telah diratakan sehingga mempermudah pengelolaan lahan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pemerataan dilakukan dengan menyesuaikan elevasi tanah agar lebih seragam untuk kegiatan budidaya. Penataan tersebut juga diharapkan meningkatkan efektivitas distribusi air irigasi serta memudahkan penggunaan alat pertanian.
Di tengah pelaksanaan kegiatan itu, muncul keluhan dari sebagian pengguna jalan yang mengaku terdampak aktivitas pemerataan lahan. Namun, keterangan sejumlah petani yang ditemui di lokasi menunjukkan perspektif berbeda.
Menurut para petani, kondisi lahan yang lebih rata membuat proses pembajakan, penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga pengaturan sistem pengairan menjadi lebih efisien. Mereka menilai manfaat kegiatan tersebut dirasakan secara langsung dalam aktivitas bertani.
Salah seorang petani Desa Sambongrejo, Tarmono, mengatakan kondisi sawah sebelum dilakukan pemerataan cukup menyulitkan. Kontur tanah yang tidak seragam membuat proses pengolahan membutuhkan tenaga dan waktu lebih besar.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya pemerataan lahan ini. Dulu petaknya sempit dan pengolahannya sulit. Setelah diratakan, lahannya menjadi lebih luas dan lebih mudah dikelola. Kami berharap hasil panen juga bisa meningkat,” ujar Tarmono saat ditemui di lokasi, Kamis (6/8/2026).
Pendapat serupa disampaikan Ramso. Menurut dia, penataan lahan juga memperlancar distribusi air ke areal persawahan.
“Kalau lahannya sudah rata, pengelolaannya lebih mudah. Akses pengairan juga jauh lebih baik. Mudah-mudahan tanahnya semakin produktif dan hasil panen ke depan lebih melimpah,” katanya.
Kepala Desa Sambongrejo, Sulasim, mengatakan manfaat penataan lahan telah dirasakan masyarakat, terutama petani. Menurutnya, perubahan kontur lahan memberikan kemudahan dalam kegiatan budidaya.
“Masyarakat, khususnya petani, merasakan langsung manfaatnya. Lahan yang sebelumnya sulit diolah kini jauh lebih mudah dikelola. Kami berharap kondisi ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani,” tuturnya.
Sulasim menambahkan pemerataan lahan sulit dilakukan secara mandiri karena membutuhkan alat berat dan biaya yang relatif besar. Karena itu, masyarakat mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang memfasilitasi kegiatan tersebut.
Para petani berharap penataan lahan dapat terus dilaksanakan dengan tetap memperhatikan keselamatan, kelestarian lingkungan, serta kepentingan masyarakat. Mereka juga berharap sinergi antara pemerintah, pengelola, dan warga terus terjaga untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

Belum ada komentar