KABUPATEN TOBA, SUMATERA UTARA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI), Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., CFLE., C.ILJ., menegaskan bahwa organisasi tidak akan mencampuri persoalan pribadi yang tengah dihadapi salah satu anggotanya, Hasudungan Agus S. Penegasan tersebut disampaikan melalui instruksi kepada Ketua DPC AKPERSI Kabupaten Toba, Mangiring Siboro, pada Kamis (23/7/2026).
Dalam arahannya, Rino meminta seluruh pengurus dan anggota AKPERSI di Indonesia untuk tidak mengaitkan persoalan pribadi Hasudungan Agus S. dengan organisasi. Menurutnya, permasalahan tersebut berada di luar ranah kebijakan AKPERSI sehingga penyelesaiannya menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan.
Ia menegaskan, DPP AKPERSI tidak mengambil bagian dalam penanganan persoalan tersebut. Karena itu, setiap tindakan, pendapat, maupun langkah yang dilakukan terkait permasalahan tersebut tidak dapat dianggap sebagai sikap ataupun keputusan resmi organisasi.
Instruksi tersebut juga meminta Ketua DPC AKPERSI Kabupaten Toba menyampaikan kepada seluruh jajaran agar tetap menjaga profesionalisme, tidak memberikan pernyataan yang mengatasnamakan organisasi tanpa kewenangan, serta senantiasa mematuhi keputusan dan kebijakan yang telah ditetapkan DPP AKPERSI.
Menurut Rino, AKPERSI akan tetap fokus menjalankan fungsi organisasi sebagai wadah profesi pers, sementara setiap persoalan yang bersifat pribadi diserahkan kepada individu yang bersangkutan dan diproses sesuai mekanisme hukum maupun ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, Rino menegaskan komitmen AKPERSI dalam memberikan perlindungan kepada setiap anggota yang mengalami intimidasi, ancaman, intervensi, atau tindakan lain yang menghambat pelaksanaan tugas jurnalistik.
Menanggapi anggapan bahwa sikap organisasi dalam membela anggotanya disebut sebagai upaya “mencari panggung”, Rino membantah penilaian tersebut. Ia menegaskan bahwa solidaritas merupakan prinsip dasar yang telah lama dijunjung AKPERSI.
“AKPERSI sudah punya nama dan memiliki prinsip kekeluargaan. Prinsip kami adalah satu tersakiti, semua bereaksi. Jadi jika ada yang menganggap AKPERSI mencari panggung, lebih baik keluar saja. Saya kecewa jika prinsip kekeluargaan di AKPERSI justru dianggap sebagai cari panggung,” tegas Rino Triyono.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa AKPERSI membedakan secara tegas antara persoalan pribadi anggota dengan tugas organisasi. Di satu sisi, organisasi tidak mencampuri urusan pribadi anggotanya. Namun di sisi lain, AKPERSI menyatakan akan berdiri bersama anggotanya apabila menghadapi intimidasi, ancaman, atau bentuk intervensi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas jurnalistik.

Belum ada komentar