KOTA SURABAYA, JAWA TIMUR – Dr. Herlina Harsono Njoto, S.Psi., M.Psi., Psikolog resmi dilantik sebagai Ketua Umum Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI) Kota Surabaya masa bakti 2026–2030 di Gedung Merah Putih Surabaya, Kamis (30/7/2026). Pelantikan tersebut menjadi tonggak baru bagi pengembangan olahraga rugby di Kota Pahlawan.
Selain menjadi perempuan pertama yang memimpin organisasi rugby di Indonesia, Herlina mengusung visi menjadikan Surabaya sebagai pusat pembinaan rugby nasional dengan target meraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Pelantikan merupakan tindak lanjut hasil Musyawarah Kota (Muskot) PRUI Surabaya yang digelar pada 9 Februari 2026 dan diikuti 13 klub rugby. Dalam forum tersebut, Herlina memperoleh mandat untuk memimpin PRUI Kota Surabaya periode 2026–2030.
Prosesi pengukuhan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan PRUI Jawa Timur Nomor 1/003/SK/PRUI Jawa Timur/VII/2026 tentang Susunan Pengurus Cabang PRUI Kota Surabaya masa bakti 2026–2030 oleh Sekretaris Umum PRUI Jawa Timur, Rizky Satrio Hutomo, M.Pd. Selanjutnya, Ketua PRUI Jawa Timur Felix Soesanto, MBA menyerahkan bendera pataka dan bola rugby secara simbolis kepada Herlina sebagai tanda estafet kepemimpinan.
Dalam sambutannya, Herlina menyampaikan apresiasi atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa pembinaan atlet usia dini akan menjadi fokus utama kepengurusan untuk memperkuat prestasi rugby Surabaya.
“Target kami jelas, membawa Surabaya meraih medali emas pada Porprov Jawa Timur 2027. Pembinaan atlet akan dimulai sejak usia dini melalui sekolah-sekolah sehingga rugby semakin dikenal dan menjadi bagian dari budaya olahraga masyarakat Surabaya,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak, termasuk Universitas Negeri Surabaya (UNESA), menjadi modal penting dalam mencetak atlet yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
Ketua KONI Kota Surabaya Arderio Hukom, S.H., M.Kn. yang diwakili Wakil Sekretaris Umum II Adam Syarief menegaskan komitmen KONI dalam mendukung pengembangan cabang olahraga rugby.
“KONI siap menjadi fasilitator terhadap kebutuhan cabang olahraga rugby. Bersama Disbudporapar, kami akan terus memberikan dukungan agar target prestasi Surabaya dapat tercapai, termasuk penyediaan layanan kesehatan bagi atlet melalui tiga rumah sakit yang telah disiapkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Herry Purwadi, S.Sn. berharap rugby semakin berkembang hingga menjangkau lingkungan sekolah dan masyarakat.
“Saya ingin nantinya lahir kampung-kampung rugby di Surabaya. Ke depan kita juga berharap hadir sport center yang mampu menjadi pusat pembinaan atlet. Semua pihak harus bergandeng tangan memajukan olahraga ini,” ujarnya.
Ketua PRUI Jawa Timur Felix Soesanto menilai kepemimpinan Herlina akan menjadi sejarah baru bagi perkembangan rugby Indonesia.
“Bu Herlina merupakan ketua perempuan pertama yang memimpin organisasi rugby di Indonesia. Saya optimistis kepemimpinan beliau akan membawa semangat baru bagi kemajuan rugby Surabaya dan Jawa Timur,” ungkapnya.
Usai prosesi pelantikan, jajaran pengurus baru PRUI Kota Surabaya langsung menggelar Rapat Kerja (Raker). Agenda ini menjadi langkah awal untuk menyusun arah kebijakan organisasi sekaligus merumuskan program kerja yang akan dijalankan dalam waktu dekat.
Raker membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya persiapan menghadapi ajang Road to Porprov yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang, sinkronisasi program dengan PRUI Jawa Timur, perluasan sosialisasi olahraga rugby ke sekolah-sekolah, serta penguatan sistem pembinaan atlet secara berjenjang guna mencetak prestasi yang berkelanjutan.
Pada periode 2026–2030, kepengurusan inti PRUI Kota Surabaya dipimpin Herlina Harsono Njoto sebagai Ketua Umum, didukung jajaran wakil ketua, sekretariat, bendahara, serta pengurus yang berasal dari unsur akademisi, praktisi olahraga, pemerintah, TNI, dan masyarakat.
Dengan kepengurusan baru tersebut, PRUI Kota Surabaya optimistis mampu memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini, meningkatkan prestasi di tingkat provinsi maupun nasional, serta mengantarkan Surabaya menjadi salah satu barometer perkembangan olahraga rugby di Indonesia.

Belum ada komentar