Debu Dolomit Hantui Warga Graha Indah Lamongan, DLH Siap Turun Tangan

Debu Dolomit Hantui Warga Graha Indah Lamongan, DLH Siap Turun Tangan
beritakeadilan.com,

KABUPATEN LAMONGAN, JAWA TIMUR – Warga Perumahan Graha Indah, Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, mengeluhkan paparan debu putih yang masuk hingga ke area dalam rumah. Debu tersebut diduga kuat berasal dari aktivitas pengolahan dolomit atau kapur yang beroperasi di wilayah tetangga, Desa Drajat.

Intensitas serbuan debu meningkat dalam sepekan terakhir. Selain mengotori permukiman, warga mengkhawatirkan dampak buruknya terhadap kesehatan, khususnya bayi dan anak-anak.

Ketua RT Perumahan Graha Indah, Roni Sumitro, mengungkapkan beberapa warga mulai mengeluhkan gangguan kesehatan.

“Dampaknya tidak hanya dirasakan orang dewasa yang mengalami sesak napas, batuk, dan pusing, tetapi juga bayi dan anak-anak,” ujar Roni.

Roni mendesak Pemerintah Desa Paciran, pihak Kecamatan, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamongan segera menginspeksi lokasi. Langkah tegas diperlukan jika ditemukan pelanggaran ambang batas emisi atau aturan lingkungan.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kabupaten Lamongan, Etik Sulistyani, mengonfirmasi telah menerima aduan warga pada Minggu (13/9/2026). Pihaknya menjadwalkan verifikasi lapangan dalam waktu dekat.

“Kami baru menerima laporan siang ini. Secepatnya tim akan melakukan pengecekan ke lapangan,” kata Etik.

Etik menjelaskan, industri pengolahan dolomit idealnya memiliki sistem pengendalian emisi yang memadai, seperti dust collector atau cyclone, untuk menekan penyebaran partikulat ke pemukiman. Namun, DLH belum dapat memastikan asal pasti debu sebelum pengujian lapangan selesai.

“Kami akan memeriksa izin persetujuan lingkungan hingga sistem pengelolaan emisinya. Mengingat dampaknya yang meresahkan, masalah ini menjadi prioritas kami,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi belum mendapatkan konfirmasi dari pihak pengelola pabrik dolomit terkait. Ruang hak jawab dan klarifikasi tetap terbuka bagi pihak perusahaan.

Belum ada komentar