KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR – Kabupaten Bojonegoro berhasil mengungguli Lamongan dan menempati posisi teratas sebagai daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur. Berdasarkan data sementara Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis 2 November 2026, produksi padi Bojonegoro pada 2026 mencapai 868,81 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG).
Capaian tersebut melampaui produksi Kabupaten Lamongan yang tercatat sebesar 852,19 ribu ton GKG. Dengan selisih sekitar 16,62 ribu ton, Bojonegoro untuk pertama kalinya berhasil menduduki peringkat pertama produksi padi di Jawa Timur.
BPS mencatat, luas panen padi Bojonegoro mencapai 159,19 ribu hektare. Jumlah tersebut menghasilkan estimasi 501,67 ribu ton beras untuk konsumsi pangan penduduk.
Sementara Lamongan memiliki luas panen 146,16 ribu hektare dengan estimasi produksi beras sebesar 492,07 ribu ton.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Zaenal Fanani, menyebut capaian tersebut sebagai sejarah baru bagi daerahnya.
Menurutnya, keberhasilan ini merupakan karunia Allah SWT serta hasil bimbingan dan arahan Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, kerja keras petani dan petugas pertanian, serta kolaborasi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Ia berharap capaian tersebut dapat dipertahankan hingga penetapan data final pada Februari 2027. Sebab, angka yang dirilis BPS saat ini masih bersifat sementara.
Secara keseluruhan, Jawa Timur pada 2026 diperkirakan memiliki luas panen padi 1,75 juta hektare dengan produksi mencapai 10,61 juta ton GKG. Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksinya mencapai 6,12 juta ton.
Dibandingkan 2025, luas panen padi Jawa Timur meningkat 13.071 hektare atau 0,71 persen. Produksi padi bertambah 203.126 ton GKG atau 1,62 persen, sedangkan produksi beras meningkat 96.551 ton atau 1,62 persen.
Keberhasilan ini menempatkan Bojonegoro sebagai daerah dengan kontribusi produksi padi terbesar di Jawa Timur berdasarkan angka sementara BPS 2026.

Belum ada komentar