Arya Wisang Angkasa Juara Open Turnamen Catur H. Mat Yasin, Unggul Tie-Break atas Raden Syafiuddin

Para juara catur open turnamen H Mat Yasin bersama Forkopincam Balongpanggang - Gresik
beritakeadilan.com,

KABUPATEN GRESIK, JAWA TIMUR – Persaingan ketat hingga babak terakhir mewarnai Open Turnamen Catur H. Mat Yasin di Liter Coffee, Desa Klotok, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Minggu (16/8/2026). Arya Wisang Angkasa dari Kota Batu akhirnya keluar sebagai juara setelah unggul atas Raden Syafiuddin dari Denpasar melalui perhitungan tie-break.

Turnamen yang digagas pengusaha muda H. Mat Yasin bersama Persatuan Jurnalis Gresik Bersatu (PJGB) dan Percasi Gresik itu diikuti 280 pecatur. Para peserta melewati dua babak penyisihan sejak 1 Agustus sebelum 30 pecatur terbaik melaju ke babak final.

Drama perebutan juara berlangsung dalam lima babak final dengan sistem Swiss Manager. Arya dan Raden sama-sama mengoleksi 4,5 poin sehingga posisi teratas harus ditentukan melalui perhitungan tambahan.

Keduanya sempat berhadapan langsung melalui sistem direct encounter (DE). Namun, duel tersebut berakhir remis sehingga belum dapat menentukan juara.

Penentuan akhirnya menggunakan Buchholz tie-break variable GP-C1. Hasil perhitungan menempatkan Arya dengan nilai Buchholz 14,5, sedangkan Raden mengumpulkan 12 poin.

“Untuk itu Arya berhak menyandang juara I,” tegas wasit utama turnamen, M. Hasyim Ashary.

Persaingan serupa terjadi dalam perebutan posisi ketiga. Fikrul Saifuddin dari Gresik dan Fitsal Aswa Muzafkar dari Sidoarjo sama-sama mengoleksi empat poin. Setelah dilakukan perhitungan poin penentu, Fikrul berhak menempati posisi ketiga, disusul Fitsal di peringkat keempat.

Bagi Arya, kemenangan tersebut menjadi pencapaian yang membanggakan. Pecatur berusia 26 tahun itu mengaku tidak menyangka mampu menjadi juara karena harus menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai daerah.

“Saya tidak menyangka bisa juara. Tidak ada strategi khusus. Yang penting saya berusaha bermain semaksimal mungkin di setiap babak,” ujar Arya.

Sebelumnya, Arya pernah menjadi juara II FIDE Rated Cup Kapal dan memperkuat Kota Batu dalam Porprov Jatim 2023.

Sementara itu, Raden Syafiuddin, 19, kelahiran Indramayu, Jawa Barat, yang kini berdomisili di Bali, mengaku bersyukur mampu finis sebagai runner-up. Ia tampil impresif sejak babak awal sebelum akhirnya bermain remis melawan Arya.

Prestasi Raden di dunia catur juga cukup mentereng. Ia pernah meraih juara I BKD FIDE Rated International 2023, juara II Asian Youth Chess Championship 2022, serta juara III Kejurnas U-18 Catur Kilat 2023.

“Bagi saya, bukan sekadar gengsi. Turnamen ini juga menawarkan hadiah yang menarik,” katanya.

Hadiah menjadi salah satu daya tarik turnamen tersebut. Juara I hingga III masing-masing membawa pulang sepeda motor, sedangkan peringkat IV hingga X memperoleh kipas angin. Adapun 30 pecatur lain yang berhasil menembus babak final tetapi belum masuk 10 besar tetap mendapatkan uang transportasi.

Penyerahan hadiah berlangsung meriah. Hadiah juara I diserahkan Camat Balongpanggang Nur Salim bersama Hj. Maisaroh, istri H. Mat Yasin. Juara II diserahkan Kapolsek Balongpanggang AKP Wiwit Mariyanto, sedangkan juara III diberikan Wakil Komandan Koramil Balongpanggang Serka Purwanto.

H. Mat Yasin memastikan turnamen tersebut tidak berhenti sebagai agenda sesaat. Ia berkomitmen kembali menggelar kompetisi serupa dengan hadiah yang lebih besar pada penyelenggaraan berikutnya.

“Harapan kami, melalui olahraga catur ini generasi muda memiliki kegiatan positif sehingga bisa ikut mengurangi pengaruh judi online yang saat ini banyak memengaruhi generasi muda,” ujar Yasin.

Ketua Percasi Gresik Suharto mengapresiasi penyelenggaraan turnamen tersebut. Menurutnya, kompetisi ini menunjukkan kepedulian terhadap perkembangan olahraga catur sekaligus membuka ruang bagi lahirnya pecatur potensial dari daerah.

“Kami berharap dari Balongpanggang maupun Gresik akan muncul pecatur-pecatur potensial yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.

Hadi dari Sinar Pos juga mengapresiasi seluruh peserta dan para juara. Ia meminta pecatur yang belum berhasil meraih posisi terbaik tidak patah semangat.

Sebab, di atas papan catur, satu kekalahan bukanlah akhir. Kekalahan justru menjadi bagian dari proses untuk mengevaluasi permainan, menyusun strategi baru, dan kembali memburu kemenangan.

Daftar 10 Besar Open Turnamen Catur H. Mat Yasin

1. Arya Wisang Angkasa – Batu

2. Raden Syafiuddin – Denpasar

3. Fikrul Saifuddin – Gresik

4. Fitsal Aswa Muzafkar – Sidoarjo

5. As Syahsyah Zakis Thirof – Kediri

6. Dziththauly Ramadhan – Sidoarjo

7. Gilang Ibad – Boyolali

8. Fernanda Agus Sahputra – Malang

9. Fadlin Minarrahman Tsani – Gresik

10. Syaiful Arif – Sidoarjo

Belum ada komentar