SURABAYA, JAWA TIMUR – Kebun Binatang Surabaya (KBS) memasuki usia ke-110 dengan menghadirkan penghuni baru yang langsung menjadi perhatian. Empat Kura-Kura Aldabra (Aldabrachelys gigantea) didatangkan langsung dari Jepang melalui kerja sama KBS dengan iZoo, Shizuoka.
Keempat kura-kura raksasa tersebut terdiri atas satu jantan dan tiga betina. Bobot masing-masing satwa bahkan dapat mencapai sekitar 100 kilogram.
Kedatangan satwa berukuran masif itu menjadi momentum istimewa karena bertepatan dengan peringatan HUT ke-110 KBS. Kehadiran mereka tidak hanya menambah koleksi satwa, tetapi juga memperkuat fungsi KBS sebagai lembaga konservasi, edukasi, dan rekreasi.
Kura-Kura Aldabra dikenal sebagai salah satu spesies kura-kura darat terbesar dan terberat di dunia. Empat individu yang kini menghuni KBS tersebut diperkirakan telah berusia sekitar 30 tahun.
Satwa yang berasal dari Atol Aldabra, Seychelles, ini memiliki karakter relatif jinak dan dikenal mempunyai usia hidup yang sangat panjang. Kura-Kura Aldabra bahkan dapat hidup lebih dari 100 tahun.
Kehadiran satwa tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat Surabaya untuk menyaksikan secara langsung salah satu spesies kura-kura terbesar di dunia.
Lebih dari sekadar menjadi penghuni baru, keberadaan empat Kura-Kura Aldabra diharapkan menjadi media edukasi bagi masyarakat mengenai satwa, konservasi, serta pentingnya menjaga keanekaragaman hayati.
Direktur Operasional KBS, Nurika Widyasanti, mengatakan kedatangan empat Kura-Kura Aldabra menjadi bagian penting dalam perjalanan KBS memasuki usia 110 tahun.
“Kehadiran empat Kura-Kura Aldabra ini menjadi momen yang sangat istimewa karena bertepatan dengan peringatan 110 tahun KBS. Ini bukan sekadar penambahan koleksi satwa, tetapi juga bagian dari upaya kami untuk terus memperkuat peran KBS sebagai lembaga konservasi, edukasi, dan rekreasi,” ujar Nurika Widyasanti.
KBS berharap kehadiran empat kura-kura tersebut mampu menjadi daya tarik baru bagi pengunjung sekaligus mendorong kepedulian masyarakat terhadap pelestarian satwa dan habitatnya.
Kerja sama dengan iZoo, Shizuoka, dalam mendatangkan Kura-Kura Aldabra dari Jepang juga menjadi bagian dari penguatan hubungan internasional KBS. Kolaborasi tersebut mencakup bidang konservasi, pengelolaan satwa, dan edukasi.
Kerja sama itu sekaligus mendukung pengembangan program konservasi ex-situ, yakni upaya pelestarian satwa di luar habitat alaminya melalui pengelolaan yang terarah dan berkelanjutan.
Memasuki usia ke-110, KBS menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi dalam pengelolaan satwa serta mengembangkan berbagai program konservasi.
Kehadiran empat Kura-Kura Aldabra dari Jepang menjadi salah satu langkah KBS untuk memperkuat fungsi lembaga konservasi sekaligus menghadirkan pengalaman edukatif bagi masyarakat.
Dengan usia hidup yang dapat mencapai lebih dari satu abad, keberadaan Aldabra di KBS juga menjadi pengingat bahwa upaya konservasi tidak hanya berbicara tentang menjaga satwa hari ini, tetapi juga memastikan keberlangsungan keanekaragaman hayati bagi generasi mendatang.

Belum ada komentar