KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR – Kesenian tradisional Bojonegoro akan tampil di panggung internasional. Komunitas Arbara dipercaya menjadi salah satu penyaji dalam ASEAN Panji Festival 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Bale Kambang, Surakarta, pada 27–28 November 2026.
Komunitas yang digawangi seniman muda wayang Thengul, Trio Wahyu Aji, S.Sn., itu tengah mematangkan persiapan. Trio bersama anggota Arbara rutin berlatih di pendopo Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro untuk memastikan pertunjukan siap dipentaskan.
Lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta tersebut menjelaskan, Arbara akan menggabungkan wayang Thengul dengan wayang orang yang memerankan tokoh-tokoh dalam kisah Panji. Pertunjukan itu mengangkat lakon Hangen Hangening Roso Hangroso, yang terinspirasi dari cerita Panji Asmoro Bangun dan Sekartaji.
Lakon tersebut tidak sekadar menghidupkan kisah klasik, tetapi juga membawa pesan tentang kemanusiaan dan pentingnya memanusiakan manusia.
Dalam cerita itu, Sekartaji, istri Panji Asmoro Bangun, diculik Pronojoyo yang menyamar sebagai Bancak, saudara Panji Asmoro Bangun. Perjalanan cerita dipenuhi intrik dan romantika, sekaligus menyuguhkan nilai-nilai kemanusiaan yang relevan dengan kehidupan.
Menurut Trio, perpaduan wayang Thengul dan manusia menjadi ciri utama konsep pertunjukan yang disiapkan Arbara.
“Seperti wayang orang pada umumnya namun digabungkan atau berkolaborasi dengan pertunjukan wayang Thengul” jelas Trio.
Kurator Pantau Kesiapan
Keseriusan persiapan Arbara turut mendapat perhatian penyelenggara. Pada Rabu (28/10/2026) malam, Festival Director ASEAN Panji Festival 2026, Wejoseno Yuli Nugroho, S.Sn., M.Sn., bersama tim kurator dari Surakarta, menyaksikan langsung proses latihan.
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan para penyaji sebelum tampil dalam festival yang melibatkan peserta dari sejumlah negara ASEAN.
“Kami datang untuk memantapkan koordinasi dan memastikan semua berjalan dengan baik sesuai rencana, dan malam ini saya lihat semua sudah berjalan dengan sangat baik, baik dari sisi dalang, penabuh, penari, maupun skenario tinggal mematangkan saja” ungkap Wejoseno.
Peninjauan itu sekaligus menjadi bagian dari koordinasi untuk mematangkan unsur pertunjukan, mulai dari permainan dalang, iringan musik, penari, hingga skenario.
Disbudpar Apresiasi Seniman Muda
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Bojonegoro, Emi Sudarwati, M.Pd., menyatakan bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Arbara untuk mewakili kesenian tradisional Bojonegoro dalam festival tersebut.
“Yang dicapai Trio dan kawan-kawan ini sangat membanggakan dan kami akan membantu semaksimal mungkin terkait apa yang dibutuhkan oleh seniman muda yang akan berangkat ke Asean Panji Festival”, ucap Emi.
Menurut Emi, kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa seniman tradisi Bojonegoro memiliki kemampuan untuk bersaing dengan seniman dari daerah lain. Ia juga mengapresiasi komunitas Arbara yang membawa wayang Thengul ke forum kebudayaan internasional.
Keikutsertaan Arbara menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan seni tradisional Bojonegoro kepada khalayak yang lebih luas. Di tengah perkembangan zaman, kolaborasi antara wayang Thengul dan pertunjukan manusia juga menjadi upaya mengembangkan bentuk penyajian tanpa meninggalkan akar tradisinya.
ASEAN Panji Festival merupakan ajang kebudayaan yang mengangkat cerita Panji, warisan sastra dan budaya yang berkembang di kawasan Asia Tenggara. Cerita Panji telah tercatat dalam UNESCO Memory of the World pada 31 Oktober 2017.
Melalui festival ini, wayang Thengul Bojonegoro berpeluang mengambil bagian dalam upaya merawat sekaligus memperkenalkan warisan budaya Panji kepada masyarakat lintas negara.

Belum ada komentar