KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR – Dua hari selepas inspeksi mendadak (sidak) proyek infrastruktur yang dipimpin Wakil Bupati Nurul Azizah, Inspektorat Kabupaten Bojonegoro belum juga buka suara. Tak ada penjelasan resmi ihwal temuan di lapangan, meski sidak menyasar sejumlah proyek yang belakangan ramai diperbincangkan publik.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyebut seluruh hasil pantauan telah diserahkan ke Inspektorat. “Masih dalam kajian inspektorat,” ujarnya singkat melalui pesan, Senin, 20 April 2026.
Sidak yang digelar Sabtu, 18 April 2026, menelusuri sejumlah titik krusial. Di antaranya proyek pembongkaran jembatan penghubung Desa Ngulanan-Ngablak di Kecamatan Dander, jalur vital yang kini dalam pengerjaan.
Rombongan juga memeriksa dua proyek jalan cor beton dari skema Bantuan Keuangan Khusus Daerah (BKKD) 2025. Lokasinya di Desa Bancer, Kecamatan Ngraho, dan Desa Tengger, Kecamatan Ngasem. Kedua proyek itu dilaporkan telah rampung.
Namun, hasil peninjauan di lapangan tak diikuti penjelasan terbuka. Apakah ditemukan cacat mutu atau pelanggaran teknis, belum terungkap. Wakil Bupati pun belum membeberkan detail temuan.
Upaya konfirmasi kepada Kepala Inspektorat, Gunawan, tak membuahkan hasil. Pesan yang dikirim wartawan melalui WhatsApp tak berbalas hingga berita ini disusun.
Sikap tertutup ini menuai kritik. Ketua LSM Angling Dharma, M. Nasir, menilai transparansi menjadi syarat mutlak agar proyek publik tak bermasalah. “Hasil kajian harus dibuka. Jangan ada kesan ditutup-tutupi,” ujarnya.
Kini, hasil sidak berada di tangan Inspektorat. Publik menunggu: akan ada koreksi atas kualitas proyek, atau laporan itu berhenti di meja birokrasi.

Belum ada komentar