KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR – Pembangunan jalan lingkungan di Dusun Wadeng, Desa Tambakrejo, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, yang bersumber dari Dana Desa, menuai keluhan warga. Pasalnya, material paving yang berada di lokasi pembangunan justru menutup akses jalan yang selama ini digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, termasuk mengangkut hasil panen.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, tumpukan material paving terlihat memenuhi badan jalan di area persawahan. Kondisi tersebut membuat kendaraan roda empat tidak dapat melintas, sehingga warga harus mencari jalur alternatif untuk beraktivitas.
Sejumlah warga menyebut, material tersebut telah berada di lokasi lebih dari satu bulan, namun pekerjaan pembangunan jalan belum juga berjalan.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas masyarakat, terutama para petani saat membawa hasil panen.
“Matrial numpuk sudah 1 bulan lebih mas tapi juga belum dikerjakan, kami sebagai warga mau menjual hasil panen harus langsir pake sepeda montor karena roda 4 nggak bisa masuk, untuk aktivitas warga harus melintas lewat muter lewat sawah. Kalau gerimis nggak bisa,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Menurut warga, jalan tersebut merupakan akses utama yang digunakan masyarakat untuk keluar masuk, termasuk membawa hasil pertanian dari lahan menuju permukiman.
Kondisi ini membuat warga berharap Pemerintah Desa Tambakrejo segera mengambil langkah agar akses jalan dapat kembali digunakan secara normal.
Saat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut, Kepala Desa Tambakrejo, Basiman, membenarkan adanya pembangunan jalan lingkungan yang bersumber dari Dana Desa. Ia menyampaikan bahwa pekerjaan tersebut akan segera dilaksanakan.
“Semua itu sudah saya serahkan ke pak Wo katanya gitu-gitu, dan juga menjelaskan Minggu-minggu ini akan segera di garap,” ucapnya.
Basiman menjelaskan, pembangunan jalan tersebut memiliki ukuran dengan panjang sekitar 170 meter dan lebar 2,5 meter.
“Panjang jalan yang akan di bangun kisaran panjang 170 meter dan lebar 2 setengah,” imbuhnya.
Namun, saat disinggung mengenai besaran anggaran pembangunan jalan tersebut, Kepala Desa Tambakrejo mengaku tidak mengingat nominalnya.
“Berapa itu pak saya sudah lupa, yang penting material diarahkan kesitu yang penting jadi,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian warga yang berharap adanya keterbukaan informasi terkait penggunaan Dana Desa, mulai dari nilai anggaran hingga pelaksanaan pekerjaan.
Warga menilai pembangunan yang menggunakan anggaran publik harus disertai transparansi agar masyarakat mengetahui perencanaan dan pelaksanaannya.
“Kalau memang untuk pembangunan kami mendukung, tetapi jangan sampai akses warga terganggu terlalu lama. Kami juga ingin tahu anggarannya karena itu uang pajak dari masyarakat,” ungkap warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih lanjut terkait nilai anggaran pembangunan jalan tersebut maupun alasan material berada di lokasi lebih dari satu bulan sebelum pekerjaan dimulai.

Belum ada komentar