Polsek Genteng Dampingi Budidaya Lele dan UMKM Abon Lele di Embong Kaliasin Surabaya

Foto: Bhabinkamtibmas Polsek Genteng bersama warga Kampung Lemah Putro mengembangkan budidaya lele dan produksi abon lele untuk mendukung ketahanan pangan di Surabaya.
beritakeadilan.com,

SURABAYA, JAWA TIMUR – Komitmen memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat terus diwujudkan di berbagai wilayah Kota Surabaya. Salah satunya melalui pendampingan budidaya ikan lele dan pengolahan hasil panen menjadi abon lele yang dilakukan Polsek Genteng Polrestabes Surabaya di kawasan Kampung Lemah Putro, Kelurahan Embong Kaliasin, Jumat (29/5/2026).

Program tersebut melibatkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Embong Kaliasin, Aiptu Hari Sudibyo SH, bersama Kelompok Masyarakat Berkarya (KMB), pengurus RW 09, para Ketua RT, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan setempat.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang produktif, mandiri, serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

Kapolsek Genteng KOMPOL Grandika Indera Waspada, S.I.K., M.I.K., melalui Kasi Humas AKP Hadi menegaskan bahwa pemanfaatan lahan dan ruang kosong di wilayah Kelurahan Embong Kaliasin memiliki dampak strategis, tidak hanya dalam mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Kegiatan budidaya lele dan pengolahan abon lele ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang positif. Selain mendukung program ketahanan pangan, kegiatan ini juga membantu menggerakkan UMKM warga agar lebih berkembang dan mandiri,” ujar AKP Hadi.

Menurutnya, kolaborasi antara aparat kepolisian, perangkat wilayah, dan kelompok masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program yang telah berjalan tersebut.

Dalam pelaksanaannya, Bhabinkamtibmas bersama perangkat wilayah melakukan koordinasi intensif dengan Ketua RW 09 Agung Diponegoro serta Ketua RT 01, RT 02, dan RT 03 guna memastikan pengelolaan budidaya lele berjalan optimal dan berkelanjutan.

Budidaya ikan lele tersebut dikelola secara langsung oleh Kelompok Masyarakat Berkarya (KMB) bersama sejumlah UMKM binaan RW 09 Kelurahan Embong Kaliasin. Keterlibatan berbagai unsur masyarakat menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong dalam membangun kemandirian pangan di tingkat kampung.

Tidak berhenti pada proses budidaya, hasil panen ikan lele juga diolah menjadi produk abon lele yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Inovasi ini dinilai mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memberikan peluang usaha rumahan bagi warga.

Pengolahan hasil perikanan menjadi produk siap konsumsi turut membuka kesempatan pemasaran yang lebih luas, sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat sektor UMKM di lingkungan setempat.

Ke depan, abon lele diharapkan dapat menjadi salah satu produk unggulan Kampung Lemah Putro yang mampu dikenal lebih luas sebagai produk khas berbasis pangan lokal.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran anggota kepolisian melalui peran aktif Bhabinkamtibmas tidak hanya sebagai penjaga keamanan lingkungan, tetapi juga sebagai pendamping masyarakat dalam berbagai program pemberdayaan.

Polsek Genteng berharap model pemberdayaan melalui budidaya lele dan pengembangan UMKM pangan lokal ini dapat terus berkembang serta menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam mengoptimalkan potensi lingkungan untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis kampung.

Dengan kolaborasi yang kuat antara warga dan aparat, program ini menjadi contoh nyata bahwa ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi lokal dapat dibangun dari lingkungan terkecil melalui semangat kebersamaan dan inovasi masyarakat.

Belum ada komentar