SURABAYA, JAWA TIMUR – Aparat Satreskrim Polrestabes Surabaya terus mengintensifkan penyelidikan kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial SN (51) yang ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kontrakan di kawasan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Kamis (25/6/2026).
Hingga Minggu (28/6/2026), penyidik masih memburu pelaku yang diduga bertanggung jawab atas kematian korban. Berbagai langkah penyelidikan telah dilakukan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, hingga pengumpulan alat bukti untuk mengungkap identitas pelaku beserta motif pembunuhan.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, menegaskan proses penyelidikan masih berlangsung dan seluruh tim bekerja maksimal untuk mengungkap pelaku.
“Sekarang masih proses penyelidikan untuk mengungkap pelakunya,” ujar AKBP Edy Herwiyanto, Minggu (28/6/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sedikitnya empat orang saksi telah dimintai keterangan. Mereka dinilai mengetahui aktivitas korban maupun situasi di sekitar lokasi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Selain itu, penyidik juga masih mendalami hubungan korban dengan sejumlah orang terdekat guna memastikan apakah pelaku memiliki kedekatan dengan korban atau berasal dari pihak lain.
“Masih didalami apakah ada keterlibatan atau tidak. Sekarang kami masih menunggu fakta-fakta dan bukti-bukti,” tambahnya.
Sebelumnya, Kapolsek Sawahan, Kompol Muljono, membenarkan bahwa perempuan yang ditemukan meninggal di rumah kontrakan tersebut merupakan korban tindak pidana pembunuhan.
Korban pertama kali ditemukan oleh pemilik kontrakan bersama seorang warga pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Penemuan bermula ketika pemilik rumah merasa curiga karena korban sudah beberapa hari tidak terlihat keluar dari kamar.
Rasa penasaran mendorong pemilik kontrakan mengintip melalui jendela kamar. Dari sana, korban terlihat tergeletak di lantai dalam kondisi bersimbah darah.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada pengurus RT/RW setempat yang selanjutnya diteruskan ke layanan darurat 110 Polri. Tak lama berselang, personel Polsek Sawahan bersama Tim Inafis Polrestabes Surabaya mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan identifikasi.
Hasil pemeriksaan awal di lokasi menunjukkan adanya luka tusuk pada tubuh korban. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa korban meninggal akibat tindak pidana pembunuhan.
Meski demikian, polisi belum menyimpulkan secara pasti penyebab kematian maupun kronologi lengkap kejadian. Penyidik masih menunggu hasil autopsi tim forensik sebagai dasar untuk memastikan penyebab kematian sekaligus memperoleh petunjuk tambahan dalam mengungkap pelaku.
Dalam penyelidikan awal, polisi memastikan tidak ditemukan indikasi pencurian sebagai motif utama. Barang-barang berharga maupun perhiasan yang dikenakan korban saat ditemukan masih utuh dan tidak ada yang dilaporkan hilang.
Fakta tersebut membuat penyidik membuka berbagai kemungkinan motif, mulai dari persoalan pribadi hingga motif lain yang masih terus didalami melalui pemeriksaan saksi, analisis barang bukti, hasil autopsi, dan penelusuran aktivitas korban sebelum kejadian.
Polrestabes Surabaya menegaskan akan terus mengembangkan penyelidikan hingga pelaku berhasil diidentifikasi dan ditangkap.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat yang mengetahui aktivitas korban atau melihat kejadian mencurigakan di sekitar lokasi sebelum peristiwa terjadi agar segera memberikan informasi kepada pihak kepolisian untuk membantu proses pengungkapan kasus.

Belum ada komentar