Polda Jatim Razia Diskotek Stasiun, Club Deluxe dan Diskotek Kantor

Unggahan dari Medsos Tiktok
beritakeadilan.com,

SURABAYA, JAWA TIMUR-Petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur menggelar razia narkoba secara mendadak di tiga tempat hiburan malam kawakan Kota Surabaya pada Kamis (22/10/2026) dini hari. Langkah tegas jajaran kepolisian ini disinyalir merupakan eksekusi lanjutan setelah penggerebekan sarang narkotika di kawasan Jalan Kunti pekan lalu. Penertiban beruntun tersebut mendadak gempar usai rekaman singkat operasi gabungan berdurasi sembilan detik beredar luas di jejaring media sosial.

Petugas kepolisian mengincar tiga titik pusat keramaian malam, yakni Diskotek Stasiun di kompleks Tunjungan Plaza, Club Deluxe di kawasan Siola dan Diskotik Kantor, Kompleks Pertokoan Indo Plaza, Lantai 4 dan 5, Jalan Semut Kali (Jl. Stasiun Kota), Pabean Cantikan, Surabaya. Petugas langsung menjalankan tes urine secara maraton kepada puluhan pengunjung yang hadir di lokasi. Hasil tes mengejutkan para pengunjung karena petugas mendapati puluhan orang positif mengonsumsi zat methaphetamine dan amphetamine.

Fakta menarik terkuak saat operasi berlangsung di Diskotek Stasiun Tunjungan Plaza. Sebagian besar pengunjung yang mengantongi hasil tes urine positif justru terjaring petugas di area parkir kendaraan sebelum melangkahkan kaki memasuki arena diskotek. Pihak manajemen Diskotek Stasiun menyatakan dukungan penuh atas tindakan taktis kepolisian ini guna membersihkan citra tempat hiburan malam dari tuduhan peredaran barang haram yang kerap berembus di media sosial.

Di lokasi berbeda, petugas gabungan juga mengamankan sedikitnya lima pengunjung dari Club Deluxe dan Diskotek Kantor, karena terbukti mengonsumsi zat terlarang. Polisi bergerak cepat mendata seluruh pengunjung terindikasi pengguna guna menjalani pemeriksaan intensif lebih lanjut. Kendati demikian, aparat kepolisian tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah terhadap seluruh pihak yang terjaring hingga ada penetapan status hukum resmi.

Saat dikonfirmasi mengenai hasil rinci operasi subuh tersebut, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan bahwa pihak Humas masih mengumpulkan laporan resmi dari satuan kerja terkait. Pihak kepolisian berjanji akan menyampaikan detail penanganan kasus dan status hukum para pengunjung secara transparan kepada publik setelah proses penyidikan awal selesai dilakukan oleh Ditresnarkoba Polda Jatim.

Belum ada komentar