MUTASI 424 PERSONEL POLRI: Sejumlah Jabatan Strategis Berganti, Kapolda hingga Pejabat Mabes Dirotasi

Foto
beritakeadilan.com,

JAKARTA PUSAT, DKI JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan penyegaran organisasi melalui rotasi dan mutasi terhadap 424 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Polri.

Mutasi tersebut tertuang dalam tiga Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 30 Agustus 2026, yakni ST/1877/VIII/KEP./2026, ST/1878/VIII/KEP./2026, dan ST/1879/VIII/KEP./2026.

Dari 424 personel yang masuk dalam daftar mutasi, sebanyak 344 personel mendapatkan promosi maupun penempatan pada jabatan baru. Sementara personel lainnya menjalani penugasan terkait pendidikan, menyelesaikan pendidikan, berangkat mengikuti pendidikan, hingga memasuki masa pensiun.

Pergantian tersebut menyasar sejumlah posisi strategis, baik di lingkungan Mabes Polri maupun jajaran kewilayahan. Rotasi ini menjadi bagian dari dinamika organisasi sekaligus pembinaan karier personel untuk memastikan kebutuhan organisasi dapat berjalan seiring dengan kompetensi dan pengalaman masing-masing perwira.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, rotasi dan mutasi merupakan bagian dari proses pembinaan organisasi serta pengembangan karier personel Polri.

Menurutnya, penempatan personel pada jabatan baru dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, pengalaman, serta tantangan tugas yang dihadapi.

“Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Penempatan pada jabatan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi,” kata Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Salah satu perubahan penting dalam mutasi kali ini terjadi pada posisi Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops).

Irjen Pol. Roycke Harry Langie, yang sebelumnya menjabat Kapolda Sulawesi Utara, dipercaya menduduki jabatan sebagai Astamaops Kapolri.

Ia menggantikan Komjen Pol. Dr. Muhammad Fadil Imran yang dimutasikan sebagai Pati Stamaops Polri dalam rangka memasuki masa pensiun.

Sementara itu, posisi Kapolda Sulawesi Utara selanjutnya dipercayakan kepada Brigjen Pol. Yudo Hermanto. Sebelumnya, Yudo Hermanto menjabat sebagai Karopaminal Divpropam Polri.

Rotasi jabatan juga menyentuh pucuk kepemimpinan Polda Papua Barat Daya. Brigjen Pol. Hengki Haryadi yang sebelumnya menjabat Wakapolda Riau diangkat sebagai Kapolda Papua Barat Daya.

Posisi yang ditinggalkan Hengki Haryadi sebagai Wakapolda Riau kemudian diisi Brigjen Pol. Simson Zet Ringu. Sebelumnya, Simson menjabat sebagai Wakapolda Gorontalo.

Sementara jabatan Kapolda Papua Barat Daya sebelumnya yang diemban Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Perubahan juga terjadi di Polda Gorontalo. Jabatan Wakapolda Gorontalo dipercayakan kepada Kombes Pol. Dedy Suhartono yang sebelumnya bertugas di Korlantas Polri.

Adapun Brigjen Pol. D.I. Susetio Cahyadi dipercaya mengemban jabatan sebagai Wakapolda Maluku Utara. Ia menggantikan Brigjen Pol. Stephen Maleachi Napiun yang selanjutnya mendapat penugasan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Penyegaran juga dilakukan di lingkungan Mabes Polri. Irjen Pol. Jawari mendapat amanah sebagai Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Polri.

Jawari menggantikan Irjen Pol. Anwar yang dimutasikan sebagai Pati SSDM Polri dalam rangka memasuki masa pensiun.

Perubahan berikutnya terjadi pada posisi Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kapolri. Jabatan tersebut kini dipercayakan kepada Irjen Pol. Ruslan Ependi.

Ruslan menggantikan Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak yang dimutasikan sebagai Pati Sahli Kapolri dalam rangka pensiun.

Sementara itu, Kombes Pol. Ian Rizkian Milyardin mendapat penugasan sebagai Kepala Pelayanan Markas (Kayanma) Polri. Jabatan tersebut sebelumnya diemban Kombes Pol. Yudi Arkara Oktobera yang kini dipercaya sebagai Karobinopsnal Baharkam Polri.

Selain pergantian jabatan strategis, mutasi kali ini juga mencakup penugasan di bidang pendidikan dan pengembangan kompetensi personel.

Sejumlah Pati dan Pamen Polri mendapatkan penugasan untuk mengikuti maupun menyelesaikan pendidikan. Sebagian lainnya mendapat amanah sebagai Widyaiswara maupun dosen di lingkungan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri.

Penempatan tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi dalam meningkatkan kapasitas serta kompetensi sumber daya manusia Polri.

Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan, para pejabat yang mendapatkan amanah baru diharapkan segera menyesuaikan diri dan menjalankan tugas secara optimal.

“Setiap jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab. Kami berharap para pejabat yang mendapat penugasan baru dapat segera beradaptasi, melanjutkan program yang sudah berjalan, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, penyegaran organisasi tersebut diharapkan mampu menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas sekaligus memperkuat struktur kepemimpinan Polri dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

“Pada prinsipnya, seluruh proses mutasi ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk terus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, memperkuat kepemimpinan, dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” tutupnya.

Belum ada komentar