KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR- Pertamina EP Field Cepu membenarkan sempat terhentinya pengiriman minyak mentah oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) dari sumur tua di wilayah operasinya. Penghentian itu disebut berlangsung beberapa waktu sebelum akhirnya kembali normal.
Manager Cepu & ADK Field, Dody Tetra Atmadi, mengatakan pengiriman minyak mentah oleh PT BBS kini telah berjalan kembali, meski sebelumnya sempat berhenti total.
“Akhir-akhir ini sudah kirim kembali,” ungkapnya, Senin (27/4/2026).
Dody juga mengakui adanya aktivitas penyulingan minyak mentah secara ilegal di sekitar sumur tua. Namun, menurut dia, penindakan bukan menjadi kewenangan Pertamina, melainkan aparat penegak hukum (APH).
“Kami pernah melaporkan aktivitas tersebut ke aph, seperti di Blora juga pernah dilaporkan juga,” tandasnya.
Saat ditanya sejak kapan pengiriman minyak oleh PT BBS kembali berjalan rutin, Dody enggan memberikan penjelasan rinci.
“Ya pokoknya akhir-akhir ini,” elaknya.
Ia menyebut, salah satu penyebab terhentinya pengiriman sebelumnya berkaitan dengan aktivitas penyulingan minyak mentah. Kendati demikian, Pertamina tidak memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan langsung.
Pertanyaan mengenai volume pengiriman minyak mentah oleh PT BBS juga belum dijawab. Dody beralasan data tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut.
Di sisi lain, warga Kecamatan Kedewan, Randi, mengaku mengetahui praktik penyulingan minyak ilegal yang marak terjadi. Minyak mentah dari sumur tua disebut diolah menjadi solar dan didistribusikan secara bebas.
“Ada yang diambil jirigenan ada juga yang diambil mobil tangki milik selain PT BBS,” ungkapnya.

Belum ada komentar