KOTA BEKASI, JAWA BARAT– Pemerintah Kota Bekasi menggelar kegiatan Gerakan Belanja Rame-rame ke Pasar Rakyat (GEBRAK PASAR) di Pasar Baru Bekasi, Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan ini digelar sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menghidupkan kembali aktivitas usaha mikro, khususnya para pedagang di pasar tradisional.

Lurah Bintara, Achmad Supriatna, S.AP., mengatakan, GEBRAK PASAR merupakan salah satu program Pemerintah Kota Bekasi untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional agar tetap menjadi pilihan masyarakat di tengah perkembangan pasar modern dan belanja daring (online).
Menurut Achmad Supriatna, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat melalui aktivitas belanja langsung di pasar rakyat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat tidak melupakan pasar tradisional. Pasar rakyat harus tetap hidup dan tidak tertinggal dengan pasar modern maupun belanja melalui online,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, aparatur sipil negara (ASN), khususnya para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, didorong untuk memberikan contoh dengan berbelanja langsung di pasar tradisional.
Dalam kegiatan ini, ASN diwajibkan berbelanja dengan nilai minimal Rp 100.000.
Achmad Supriatna menjelaskan, kegiatan GEBRAK PASAR direncanakan berlangsung secara rutin satu bulan sekali, yakni pada awal setiap bulan.
Dengan adanya kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi berharap pasar tradisional semakin ramai dikunjungi masyarakat, pendapatan pedagang meningkat, serta roda perekonomian masyarakat dapat terus bergerak.
Program ini juga diharapkan menjadi bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha mikro dan pedagang kecil yang menjadi bagian penting dalam perekonomian daerah.

Belum ada komentar