Jelang Pelantikan JMSI Jatim, Kadisdik Dorong Media Ambil Peran Strategis di Sektor Pendidikan

Jelang Pelantikan JMSI Jatim, Kadisdik Dorong Media Ambil Peran Strategis di Sektor Pendidikan
beritakeadilan.com,

SURABAYA, JAWA TIMUR – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mendorong Jaringan Media Siber Indonesia untuk mengambil peran lebih strategis dalam pembangunan sektor pendidikan di Jawa Timur. Dorongan itu disampaikan menjelang pelantikan pengurus JMSI Jatim periode 2025–2030 yang akan dirangkai dengan forum diskusi kelompok terpumpun (FGD) bertema “Media Pers Profesional Melindungi Kepentingan Publik”.

Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung di Grand Mercure Surabaya pada 10 Juni 2026. Menurut Aries, penggabungan pelantikan organisasi dengan forum diskusi publik merupakan langkah positif yang menunjukkan upaya media untuk tetap relevan dalam ruang demokrasi dan kepentingan masyarakat.

“Bagus jika pelantikan disandingkan dengan FGD. Media harus hadir tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga bagian dari pencarian solusi atas persoalan publik,” kata Aries saat menerima panitia pelantikan dan sejumlah pengurus JMSI Jatim di kantornya, Kamis, 28 Mei 2026.

Aries menilai sektor pendidikan dapat menjadi ruang kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan media siber. Ia menyebut sejumlah isu pendidikan di Jawa Timur, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), membutuhkan ruang dialog yang melibatkan banyak pihak agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran.

Menurut dia, JMSI Jatim dapat memfasilitasi forum diskusi yang menghadirkan kepala daerah, akademisi, praktisi pendidikan, hingga unsur pers untuk membedah berbagai persoalan pendidikan secara komprehensif.

“Kami terbuka untuk berkolaborasi. Media memiliki posisi penting dalam membangun literasi publik sekaligus menghubungkan kepentingan masyarakat dengan pengambil kebijakan,” ujarnya.

Ketua JMSI Jatim, Syaiful Anam, menyambut positif tawaran kolaborasi tersebut. Ia menilai pendidikan merupakan sektor vital yang memiliki dampak langsung terhadap pembangunan sumber daya manusia di daerah.

“Pendidikan menjadi sektor besar yang perlu mendapat perhatian bersama. Setelah pelantikan nanti, gagasan kolaborasi ini akan segera kami tindak lanjuti,” kata Syaiful.

Ia menjelaskan, selama ini JMSI Jatim telah menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga dan institusi dalam berbagai bidang pembangunan. Salah satunya melalui forum sarasehan bersama pelaku usaha mikro di lingkungan Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur pada Februari 2025.

Dalam forum tersebut, hadir antara lain Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim Endy Alim Abdi Nusa serta Direktur Utama PT Pilarmas Diadasa, Ismail Nachu, yang juga menjadi penasihat Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Jawa Timur.

Selain sektor UMKM, JMSI Jatim disebut telah membangun komunikasi dan kolaborasi dengan sejumlah institusi kesehatan dan energi, seperti RSUD Dr Soetomo, RSJ Menur, dan SKK Migas. Namun, kata Syaiful, sektor pendidikan memang belum banyak disentuh secara khusus.

“Karena itu, setelah pelantikan akan digelar rapat kerja untuk membahas program prioritas, termasuk penguatan isu pendidikan dan sektor strategis lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan dan FGD JMSI Jatim, H. Supardi Hardy, memastikan seluruh persiapan acara hampir rampung. Menurut dia, sejumlah tokoh nasional telah menyatakan kesediaan hadir dalam agenda tersebut.

“Ketua JMSI Pusat dan pimpinan Dewan Pers sudah mengonfirmasi kehadiran,” kata Supardi, didampingi Sekretaris Panitia, Fiqih Arfani.

Panitia juga mengundang pakar komunikasi digital dari perguruan tinggi di Surabaya sebagai pembicara dalam FGD. Selain itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa direncanakan hadir sebagai keynote speaker dalam forum tersebut.

Belum ada komentar