Jalan Narumonda VII Berlumpur, Kendaraan Berat Disorot

Jalan Narumonda VII Berlumpur, Kendaraan Berat Disorot.(Foto: Alex, Wartawan beritakeadilan.com).
beritakeadilan.com,

KABUPATEN TOBA, SUMATERA UTARA – Kondisi jalan di Desa Narumonda VII, Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba, memprihatinkan. Badan jalan dipenuhi lumpur dan genangan air yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Di tengah kondisi tersebut, kendaraan roda empat bermuatan berat disebut warga kerap melintas dalam beberapa hari terakhir.

Pantauan media ini pada Senin (26/10/2026) menunjukkan permukaan jalan dipenuhi campuran tanah liat dan air. Kondisi licin tersebut meningkatkan risiko pengendara kehilangan kendali, terutama saat melintasi bagian jalan yang tergenang.

Seorang warga setempat berinisial L.M. mengungkapkan, kendaraan bermuatan berat belakangan ini kerap melintasi jalan tersebut. Warga khawatir aktivitas lalu lintas itu turut memperburuk kondisi jalan.

“Kendaraan roda empat dengan muatan berat belakangan ini sering melintas. Kami khawatir kondisi jalan semakin rusak dan membahayakan masyarakat yang setiap hari melewatinya,” ujar L.M.

Menurut informasi yang diketahui warga, kendaraan-kendaraan tersebut keluar masuk dari kawasan Gala-Gala Pakailan. Warga juga menduga terdapat aktivitas pengambilan pasir di kawasan yang dikenal sebagai Siantar Sitiotio, Kecamatan Siantar Narumonda.

Dugaan aktivitas tersebut memerlukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan kegiatan yang berlangsung serta kemungkinan dampaknya terhadap lingkungan dan infrastruktur jalan. Namun, hingga kini, belum ada bukti terverifikasi yang memastikan keterkaitan aktivitas tersebut dengan kondisi jalan yang berlumpur.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera melakukan pemeriksaan di lapangan. Pengawasan diperlukan untuk memastikan ada atau tidaknya aktivitas pengambilan pasir, termasuk memeriksa aspek perizinan dan kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan hidup apabila kegiatan tersebut terbukti berlangsung.

Instansi terkait juga diharapkan mengevaluasi kondisi jalan dan dampak lalu lintas kendaraan bermuatan berat. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui faktor penyebab kerusakan sekaligus menentukan langkah penanganan agar keselamatan masyarakat tetap terjaga.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Toba maupun pihak terkait mengenai penyebab jalan berlumpur dan dugaan aktivitas pengambilan pasir tersebut. Klarifikasi dari instansi berwenang serta pihak yang berkaitan dengan aktivitas itu diperlukan untuk memastikan fakta dan menentukan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Belum ada komentar