Ironi Gayam: Berdiri di Jantung Migas Nasional, Pemudanya Terlilit Utang

Foto: warga desa gayam yang kesulitan cari lowongan kerja di EMCL (ist)
beritakeadilan.com,

KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR – Di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, minyak bumi terus diproduksi dari salah satu kawasan migas strategis nasional. Namun di balik geliat industri bernilai triliunan rupiah itu, sebagian warga sekitar justru bergulat dengan persoalan yang jauh lebih sederhana: sulit mendapatkan pekerjaan.

Harapan masyarakat agar kehadiran ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) mampu membuka peluang ekonomi yang luas perlahan berubah menjadi kekecewaan. Sejumlah warga menilai manfaat keberadaan industri migas belum sepenuhnya dirasakan, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja lokal.

Soni (25), warga Desa Mojodelik, menjadi salah satu contoh. Sudah hampir setahun ia tidak memiliki pekerjaan tetap. Menurutnya, kesempatan kerja yang dahulu tersedia kini semakin terbatas seiring berubahnya kebutuhan perusahaan.

“Sekarang sudah tidak ada pekerjaan yang bisa dimasuki masyarakat umum. Yang dibutuhkan tenaga dengan keahlian khusus karena operasional sudah masuk tahap pemeliharaan,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat banyak pemuda di sekitar wilayah operasi migas kesulitan mencari sumber penghasilan. Di tengah minimnya lapangan kerja alternatif, sebagian dari mereka hanya bisa menunggu peluang yang tak kunjung datang.

Soni mengaku belum melihat adanya program yang benar-benar mampu menciptakan pekerjaan baru bagi generasi muda di desanya.

“Sudah lama menganggur. Belum ada upaya yang benar-benar membuka kesempatan kerja bagi pemuda,” katanya. Senin (8/6/2026).

Situasi serupa dirasakan Sholeh, warga Desa Ringintunggal. Ketiadaan pekerjaan membuat beban ekonomi keluarganya semakin berat. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia terpaksa mengandalkan utang.

“Kerja tidak ada. Utang terus bertambah karena kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi,” ungkapnya.

Keluhan tersebut memunculkan pertanyaan yang terus bergema di tengah masyarakat: sejauh mana keberadaan industri migas mampu mengangkat kesejahteraan warga yang hidup berdampingan dengan kawasan produksi minyak?

Bagi sebagian warga, kemegahan industri migas belum berbanding lurus dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar. Pengangguran masih menjadi persoalan nyata yang dihadapi banyak usia produktif di sejumlah desa sekitar wilayah operasi.

Masyarakat berharap perusahaan bersama pemerintah daerah tidak hanya fokus pada aspek produksi energi, tetapi juga memperkuat program pemberdayaan ekonomi, pelatihan keterampilan, dan penciptaan peluang usaha yang berkelanjutan.

Beritakeadilan.com telah berupaya meminta tanggapan kepada Humas EMCL, Toya Mustika, melalui pesan WhatsApp pada Selasa (9/6/2026). Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan respons.

Belum adanya penjelasan resmi dari pihak perusahaan membuat berbagai pertanyaan masyarakat mengenai kesempatan kerja bagi warga lokal masih belum terjawab.

Di tengah derasnya aliran minyak dari perut bumi Gayam, sebagian warga masih menanti manfaat yang lebih nyata dari keberadaan industri migas. Bagi mereka, keberhasilan sebuah proyek strategis nasional tidak hanya diukur dari besarnya produksi energi yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya mampu membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Belum ada komentar