Harganas ke-33: Peran Ayah Jadi Sorotan, Kemendukbangga/BKKBN Jatim Perkuat Ketahanan Keluarga dan Percepat Penurunan Stunting

Foto: Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur Shodiqin menyerahkan bantuan Program GENTING kepada keluarga berisiko stunting pada puncak peringatan Harganas ke-33 Tahun 2026 di Pendopo Agung Kabupaten Malang.
beritakeadilan.com,

MALANG, JAWA TIMUR – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mengakselerasi upaya percepatan penurunan stunting.

Mengusung tema “Ayah Wajib Hadir, Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Maju”, peringatan yang dipusatkan di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (29/7/2026), tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya keluarga yang masuk kategori berisiko stunting.

Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga filantropi, hingga masyarakat, Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur menegaskan bahwa pembangunan keluarga merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, menegaskan bahwa Harganas harus menjadi gerakan bersama yang mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Foto: Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur Shodiqin menyerahkan bantuan Program GENTING kepada keluarga berisiko stunting pada puncak peringatan Harganas ke-33 Tahun 2026 di Pendopo Agung Kabupaten Malang.
Foto: Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur Shodiqin menyerahkan bantuan Program GENTING kepada keluarga berisiko stunting pada puncak peringatan Harganas ke-33 Tahun 2026 di Pendopo Agung Kabupaten Malang.

Menurutnya, keluarga merupakan pondasi utama pembangunan bangsa. Karena itu, kehadiran ayah dalam proses pengasuhan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus membangun keluarga yang tangguh.

“Harganas menjadi momentum untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa. Tema Ayah Wajib Hadir mengingatkan bahwa kehadiran ayah dalam pengasuhan memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Upaya percepatan penurunan stunting juga tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, hingga para dermawan,” ujar Shodiqin.

Ia menambahkan, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan kecukupan gizi, tetapi juga dipengaruhi pola pengasuhan, kondisi lingkungan, sanitasi, serta dukungan sosial yang diterima setiap keluarga.

Sebelum pelaksanaan acara puncak, jajaran Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur melakukan kunjungan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan rumah keluarga penerima manfaat di Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Kunjungan tersebut difokuskan kepada kelompok prioritas 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD yang menjadi sasaran utama program percepatan penurunan stunting.

Dalam kesempatan itu, berbagai bentuk bantuan disalurkan kepada masyarakat sebagai wujud kolaborasi lintas sektor.

Bantuan yang diberikan meliputi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), paket sembako dari Baznas Kabupaten Malang, bantuan Program Rumah Layak Huni (RLTH), hingga pembangunan jamban sehat untuk meningkatkan kualitas sanitasi keluarga penerima manfaat.

Seluruh bantuan tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Program ini dirancang sebagai gerakan kolaboratif yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dunia usaha, organisasi sosial, lembaga filantropi, hingga masyarakat umum dalam membantu keluarga yang berisiko mengalami stunting.

Selain memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi, program GENTING juga memperhatikan aspek lingkungan tempat tinggal melalui penyediaan rumah layak huni dan sanitasi sehat.

Pendekatan tersebut diyakini mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat sehingga mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur turut meninjau kesiapan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

SPPG menjadi bagian penting dalam program pemenuhan gizi nasional yang ditujukan untuk melayani sedikitnya 300 sasaran kelompok 3B sesuai standar operasional Badan Gizi Nasional.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat layanan pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sehingga target penurunan angka stunting dapat dicapai lebih cepat.

Pada puncak Harganas ke-33, Kemendukbangga/BKKBN juga memberikan penghargaan kepada 38 bupati dan wali kota se-Jawa Timur bersama 38 Ketua TP-PKK kabupaten/kota.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kontribusi dalam mendukung pembangunan keluarga, penguatan ketahanan keluarga, serta percepatan penurunan stunting di wilayah masing-masing.

Selain itu, penghargaan turut diberikan kepada Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) dari unsur pemerintah maupun perusahaan yang dinilai aktif mendukung pengasuhan anak dan penyediaan lingkungan ramah keluarga.

Suasana haru mewarnai rangkaian kegiatan ketika salah satu penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis, Siti Badriyah, menceritakan pengalamannya.

Ia mengaku sangat terbantu karena putrinya, Aleya, telah menerima Program MBG sejak berusia satu tahun.

Dengan mata berkaca-kaca, Siti mengungkapkan bahwa bantuan tersebut mampu mengurangi beban ekonomi keluarganya sekaligus memastikan kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi setiap hari.

“Alhamdulillah, anak saya sudah mendapatkan MBG sejak usia satu tahun dan sampai sekarang masih rutin menerima setiap hari. Bantuan ini sangat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak saya. Kalau harus memenuhi makanan bergizi sendiri, terus terang saya kesulitan karena keterbatasan ekonomi,” tuturnya.

Ia menjelaskan menu makanan yang diterima setiap hari cukup lengkap, mulai dari sayur, telur, ayam, buah hingga susu. Selain itu, keluarganya juga memperoleh bantuan sembako berupa beras, telur, gula, dan kebutuhan pokok lainnya.

“Menunya macam-macam, ada sayur, telur, ayam, buah, kadang juga susu. Saya juga mendapat bantuan sembako berupa beras, telur, gula, dan kebutuhan pokok lainnya. Semua itu sangat membantu. Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah atas program MBG ini. Semoga program ini terus berjalan agar anak-anak seperti anak saya tetap mendapatkan gizi yang baik,” ucapnya sambil meneteskan air mata.

Selain bantuan MBG, dalam rangkaian kegiatan Harganas ke-33 juga diserahkan santunan dan paket sembako kepada keluarga penerima manfaat Program GENTING sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang berisiko mengalami stunting.

Shodiqin menegaskan bahwa keberhasilan membangun keluarga berkualitas tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat.

“Membangun keluarga berkualitas merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa. Ketika ayah hadir, ibu mendapat dukungan, anak memperoleh gizi yang cukup, serta lingkungan tempat tinggal sehat, maka kita sedang menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan mampu mewujudkan Indonesia Maju,” pungkasnya.

Belum ada komentar