KABUPATEN TOBA, SUMATERA UTARA – Sejumlah proyek revitalisasi gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Toba menjadi sorotan. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan pada Rabu (5/8/2026), penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sejumlah lokasi dinilai belum berjalan secara optimal.
Salah satu temuan berada di proyek revitalisasi UPTD SMP Negeri 1 Siraituruk, Kabupaten Toba. Di lokasi tersebut, masih ditemukan sejumlah kondisi yang memunculkan pertanyaan terkait kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sejumlah pekerja terlihat belum menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap saat melaksanakan pekerjaan. Selain itu, area proyek juga belum dilengkapi rambu-rambu keselamatan yang memadai, sementara pengamanan di sekitar lokasi dinilai belum memenuhi prinsip dasar penerapan K3.
Padahal, penerapan K3 merupakan kewajiban dalam setiap pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Ketentuan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja serta Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Penerapan K3 bertujuan melindungi tenaga kerja dari risiko kecelakaan maupun penyakit akibat kerja. Selain itu, K3 juga menjadi instrumen penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, menjaga aset proyek, serta memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Temuan di lapangan memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan terhadap pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut. Mengingat pekerjaan ini dibiayai menggunakan anggaran negara, kepatuhan terhadap seluruh ketentuan, termasuk aspek keselamatan kerja, seharusnya menjadi perhatian utama penyedia jasa maupun pengguna anggaran.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) memiliki tanggung jawab untuk memastikan penyedia jasa melaksanakan seluruh pekerjaan sesuai kontrak, termasuk kewajiban menerapkan standar K3. Pengawasan yang optimal dinilai penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja selama proyek berlangsung.
Masyarakat berharap instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek revitalisasi SMP di Kabupaten Toba. Pemeriksaan terhadap penerapan standar K3 dinilai penting agar setiap pekerjaan konstruksi yang menggunakan anggaran negara dilaksanakan sesuai ketentuan serta mengutamakan keselamatan para pekerja.
Hingga berita ini diterbitkan, PPK maupun pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Toba belum dapat dikonfirmasi karena minimnya akses komunikasi. Redaksi membuka ruang hak jawab apabila pihak terkait memberikan klarifikasi atas pemberitaan ini.

Belum ada komentar