KABUPATEN LAMONGAN, JAWA TIMUR-Kasus dugaan kekerasan guru terhadap seorang siswa SMP negeri 1 Lamongan mencuat setelah orang tua korban resmi melaporkannya ke Polres Lamongan. Peristiwa yang disebut terjadi pada Kamis (16/5/2026) itu kini menjadi perhatian publik karena menyangkut keselamatan siswa di lingkungan sekolah.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban adalah siswa kelas VII yang diduga mengalami perlakuan kasar dari seorang guru. Akibat kejadian tersebut, korban dilaporkan mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuh serta trauma psikologis. Beberapa siswa lain juga disebut turut merasakan dampak serupa.
Seorang kerabat korban berinisial N mengonfirmasi peristiwa itu. “Perlu saya luruskan, korban bukan anak saya, tetapi anak kerabat saya. Kejadiannya memang benar terjadi di sekolah tersebut pada Kamis, 16 Mei 2026,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (20/5/2026).
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan penganiayaan tersebut. “Benar, kami telah menerima laporan terkait dugaan itu dan saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh Satreskrim Polres Lamongan,” kata Hamzaid.
Ia menegaskan, pihak kepolisian akan menyampaikan perkembangan kasus kepada publik sesuai prosedur. “Sementara ini, baru itu yang bisa kami sampaikan,” tambahnya.
Berbeda dengan laporan polisi, Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Shodikin, menyatakan hasil klarifikasi pihaknya menunjukkan tidak ada kasus kekerasan sebagaimana diberitakan. “Dari klarifikasi yang kami lakukan, tidak benar (ada kasus tersebut),” tegas Shodikin.
Perbedaan keterangan antara laporan polisi dan klarifikasi Dinas Pendidikan membuat masyarakat menunggu kepastian hasil penyelidikan. Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dan perlindungan terhadap siswa di sekolah.
Kasus dugaan kekerasan guru di SMP Negeri 1 Lamongan kini menjadi sorotan. Polisi telah menerima laporan dan melakukan penyelidikan, sementara Dinas Pendidikan membantah adanya peristiwa tersebut. Publik menanti hasil investigasi resmi untuk memastikan kebenaran kasus yang menyangkut keselamatan siswa ini.

Belum ada komentar