KABUPATEN TAPANULI UTARA, SUMATERA UTARA — Langkah strategis pembangunan ekonomi daerah menjadi sorotan utama dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Tapanuli Utara. Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., menghadiri agenda penting peringatan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Tapanuli Utara yang berlangsung penuh khidmat di Gedung DPRD, Jumat (2/10/2026). Di hadapan jajaran Forkopimda dan anggota legislatif, kepemimpinan daerah menegaskan kembali arah kebijakan strategis yang berfokus pada penguatan sektor riil demi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Arifin Rudi Nababan, S.H., ini tidak sekadar menjadi perayaan seremonial tahunan, melainkan panggung evaluasi capaian terukur daerah. Mengusung tema besar “Pertanian Berkelanjutan, Ekonomi Tapanuli Utara Maju”, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara secara tegas memposisikan komoditas pertanian sebagai fondasi utama penggerak ekonomi lokal. Kebijakan ini dirancang untuk menjawab tantangan global melalui pendekatan modernisasi pertanian yang ramah lingkungan dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Dalam pidato resminya, Bupati JTP memaparkan capaian indikator makro ekonomi yang menunjukkan tren positif menguntungkan bagi daerah. Pertumbuhan ekonomi Tapanuli Utara berhasil menyentuh angka 4,58 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan Provinsi Sumatera Utara sebesar 4,53 persen. Keberhasilan ini sejajar dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat yang tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 78,09—menempatkan daerah ini dalam jajaran 10 besar kabupaten/kota berkinerja terbaik di Sumatera Utara.
Efektivitas program pengentasan kemiskinan juga terbukti lewat penurunan angka kemiskinan yang signifikan dari 8,21 persen pada tahun 2024 menjadi 7,47 persen saat ini. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mampu ditekan hingga mencapai angka sangat rendah di posisi 1,10 persen. Kinerja impresif tersebut menuntut akselerasi lebih lanjut melalui digitalisasi teknologi pertanian, penguatan sarana hilirisasi, serta peningkatan nilai tambah hasil panen agar dampak ekonomi langsung menyentuh para petani di pelosok desa.
Menutup penyampaiannya, Bupati JTP menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen daerah dan bukan kerja tunggal. Pihaknya mengajak segenap jajaran DPRD, instansi vertikal, tokoh masyarakat, hingga insan pers untuk terus mempererat gotong royong dan menjaga iklim kondusif dalam mengawal agenda pembangunan masa depan. Semangat persatuan ini diharapkan menjadi modal sosial utama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global serta mewujudkan Tapanuli Utara yang mandiri, berbudaya, dan berkelanjutan.

Belum ada komentar