Begal Lubuk Linggau Rampas Motor Pegawai PPPK Saat Isi BBM

Seorang pegawai PPPK paruh waktu, Vina Sisilia (29), menjadi korban pembegalan saat hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Nanan, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Senin (13/4/2026) siang.
beritakeadilan.com,

KOTA LUBUK LINGGAU, SUMATERA-Begal Lubuklinggau kembali menorehkan catatan kelam. Seorang pegawai PPPK paruh waktu, Vina Sisilia (29), menjadi korban pembegalan saat hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Nanan, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Senin (13/4/2026) siang.

Peristiwa terjadi di jalan poros antara Kelurahan Perumnas Rahma menuju SPBU. Korban yang merupakan warga Kelurahan Air Kati diduga dihadang pelaku. Dalam kondisi panik, Vina terpaksa menyerahkan sepeda motor Honda Beat Street BG 2257 HAI miliknya. Motor itu langsung dibawa kabur oleh pelaku yang hingga kini masih buron.

Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Lubuklinggau. Aparat menegaskan akan menindaklanjuti laporan dengan penyelidikan intensif. Polisi juga mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama di jalur sepi yang rawan aksi begal.

Kapolres Lubuklinggau menyatakan pihaknya mengerahkan tim untuk melacak keberadaan pelaku. “Kami akan mengusut tuntas kasus ini. Korban sudah memberikan keterangan, dan kami sedang mengumpulkan bukti di lokasi kejadian,” ujarnya.

Vina mengaku masih trauma atas kejadian tersebut. Ia berharap pelaku segera ditangkap dan kendaraannya bisa ditemukan. “Saya hanya ingin motor saya kembali. Semoga polisi bisa segera menangkap pelaku,” ungkapnya dengan nada penuh harap.

Keluarga korban juga meminta aparat meningkatkan patroli di kawasan rawan begal. Mereka menilai aksi kriminal ini meresahkan dan bisa menimpa siapa saja.

Fenomena begal di Lubuklinggau bukan kali pertama terjadi. Warga menilai jalur menuju SPBU Nanan kerap menjadi titik rawan. Minimnya aktivitas warga di siang hari membuat pelaku leluasa beraksi. Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan aparat kepolisian memperketat pengawasan. “Kami butuh rasa aman. Jangan sampai kasus begal terus berulang,” kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kasus ini menyoroti lemahnya pengawasan di jalur vital kota. Begal Lubuklinggau menjadi ancaman nyata bagi pekerja, pelajar, hingga ibu rumah tangga. Jika tidak segera ditangani, kepercayaan publik terhadap keamanan kota bisa menurun.

Pengamat kriminal menilai aksi begal biasanya dilakukan kelompok terorganisir. Mereka memanfaatkan kelengahan korban di lokasi sepi. “Pola ini harus segera diputus dengan patroli rutin dan penindakan tegas,” jelasnya.

Kasus begal Lubuklinggau yang menimpa pegawai PPPK Vina Sisilia menjadi alarm keras bagi aparat dan masyarakat. Peristiwa ini menegaskan bahwa keamanan publik harus menjadi prioritas. Polisi kini tengah memburu pelaku, sementara warga berharap rasa aman segera kembali.

Belum ada komentar