SURABAYA, JAWA TIMUR – Pelantikan bukan menjadi garis akhir bagi Dewan Pimpinan Kota (DPKot) Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Kota Surabaya periode 2026–2030. Justru sebaliknya, momentum tersebut dijadikan titik awal untuk langsung bekerja, menyusun program, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kepengurusan DPKot IARMI Surabaya resmi dilantik di AHS Cafe & Resto Surabaya, Minggu (4/10/2026). Mengusung tema “Bersatu, Berkarya, Berkontribusi untuk Surabaya Maju dan Indonesia Kuat”, pelantikan diarahkan bukan sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan momentum konsolidasi organisasi.
Prosesi pelantikan dipimpin Ketua DPP IARMI Jawa Timur Agung Subagyo. Rangkaian kegiatan ditandai dengan penyematan tanda jabatan, penyerahan tongkat komando dan Pataka IARMI untuk dikibarkan di DPKot Surabaya, serta penandatanganan surat keputusan kepengurusan.
Para pengurus juga menyatakan kesediaan menjalankan amanah sebelum mengucapkan sumpah dan janji. Pesan yang mengemuka, jabatan dalam organisasi bukan sekadar atribut, melainkan tanggung jawab yang harus diterjemahkan melalui kerja dan pengabdian.
Ketua DPKot IARMI Surabaya Muzaki bahkan menegaskan, kepengurusan baru tidak ingin larut dalam seremoni. Menurut dia, hari pelantikan harus sekaligus menjadi hari dimulainya kerja organisasi.
“Hari ini kita dilantik, hari ini kita bekerja. Langsung rapat kerja,” kata Muzaki.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan arah kepengurusan baru yang ingin bergerak cepat. Setelah prosesi pelantikan, agenda organisasi langsung diarahkan pada rapat kerja untuk menyusun program yang dinilai relevan dengan kebutuhan anggota dan masyarakat Kota Surabaya.
Muzaki mengatakan, perjalanan IARMI tidak dapat dipisahkan dari kontribusi para senior yang sejak awal menanamkan nilai patriotisme, nasionalisme, serta semangat bela negara. Nilai tersebut, kata dia, harus terus dijaga sekaligus diterjemahkan dalam bentuk kerja organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan atas terbentuknya kepengurusan DPKot IARMI Surabaya. Dukungan tersebut dinilai menjadi modal penting untuk membangun organisasi yang lebih aktif, solid, dan mampu memberikan kontribusi konkret.
Dorongan kolaborasi juga datang dari Pemerintah Kota Surabaya. Agus S dari Bakesbangpol Kota Surabaya mengajak IARMI memperbesar peran sosialnya di Kota Pahlawan.
Menurutnya, pemerintah membuka ruang keterlibatan IARMI dalam berbagai kegiatan sekaligus mendorong penguatan sinergi antara organisasi dan pemerintah. IARMI diharapkan tidak hanya hadir sebagai peserta dalam kegiatan pemerintahan, tetapi juga mengambil bagian dalam merespons berbagai persoalan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada agenda formal. Sebaliknya, kerja bersama antara pemerintah dan IARMI diharapkan mampu melahirkan kegiatan yang memiliki manfaat langsung dan menjawab kebutuhan masyarakat Surabaya.
Sementara itu, Ketua DPP IARMI Jawa Timur Agung Subagyo menekankan pentingnya konsolidasi organisasi hingga tingkat bawah. DPKom IARMI di Surabaya yang belum melaksanakan musyawarah didorong segera membentuk kepengurusan agar seluruh struktur organisasi dapat bergerak secara aktif.
“Yang belum terbentuk segera terbentuk, yang belum aktif lebih aktif,” tegas Agung.
Agung juga menargetkan Jawa Timur dapat menjadi salah satu barometer IARMI di tingkat nasional. Target tersebut, menurutnya, membutuhkan kebersamaan seluruh komponen organisasi serta kesinambungan program kerja.
Artinya, energi organisasi tidak boleh berhenti setelah pelantikan. Konsolidasi, kaderisasi, penguatan jejaring, dan program sosial harus berjalan secara berkelanjutan agar keberadaan IARMI benar-benar dirasakan manfaatnya.
Salah satu bidang yang mendapat perhatian adalah penanggulangan bencana melalui Pasukan R-13. IARMI bersama Resimen Mahasiswa (Menwa) yang tergabung dalam R-13 diproyeksikan memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat menghadapi potensi bencana.
Penguatan edukasi kesiapsiagaan juga dinilai penting, terutama di lingkungan sekolah. Langkah tersebut diperlukan untuk membangun kesadaran sejak dini bahwa potensi bencana dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga masyarakat perlu memiliki pengetahuan dan kesiapan dalam menghadapinya.
Semangat untuk langsung bekerja kemudian diterjemahkan melalui rapat kerja. Ketua Panitia Didin Kurniawan menjelaskan, pembahasan program dibagi ke dalam dua komisi agar agenda organisasi dapat dirumuskan secara lebih terarah.
Komisi I membahas pemberdayaan organisasi dan kaderisasi, hubungan masyarakat dan kerja sama antarlembaga, pemberdayaan perempuan dan lingkungan hidup, serta pengawasan internal.
Sementara Komisi II membahas kewirausahaan dan kesejahteraan anggota, penanggulangan bencana dan masalah sosial, pembinaan mental dan rohani, serta bidang umum, sarana dan prasarana.
Adapun susunan DPKot IARMI Surabaya periode 2026–2030 terdiri atas Muzaki sebagai Ketua, Didin Kurniawan sebagai Wakil Ketua I, John Alwin Kasian sebagai Wakil Ketua II, Agus Winarko sebagai Sekretaris, Henri Marzal Wahab sebagai Wakil Sekretaris, Purnamasari Mandeyani sebagai Bendahara, dan Sujianto sebagai Wakil Bendahara.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru tersebut, IARMI Surabaya memasuki fase baru. Ukuran keberhasilannya bukan lagi semata pada terlaksananya pelantikan, tetapi seberapa jauh organisasi mampu mengubah mandat menjadi program, program menjadi aksi, dan aksi menjadi manfaat nyata bagi masyarakat Kota Pahlawan.

Belum ada komentar