Talenta Vokasi Indonesia Meraih Sembilan Penghargaan Dunia Shanghai

Enam Medal for Excellence diraih Novanda Putra Widya Ardhi (Electronics); Andi Ahmad Yusup (Web Technologies); Galang Zaki Arkana (Industrial Control); Reno Surya Permana dan Rouf Aufa Rifqi (Mechatronics); Togar Andreas Silaban (Refrigeration and Air Conditioning); serta Eka Anwar Fauzi (Automobile Technology).
beritakeadilan.com,

SHANGHAI, REPUBLIK RAKYAT TIONGKOK-Dominasi talenta muda Indonesia dalam memetakan standar keahlian global kembali teruji di panggung internasional. Dalam ajang bertengsi WorldSkills Competition (WSC) Shanghai 2026, kontingen Indonesia berhasil memborong sembilan penghargaan sekaligus mengamankan peringkat ke-19 dari total 49 negara dan wilayah peserta. Ajang ke-48 yang mempertemukan lebih dari 1.400 peserta ini menjadi bukti nyata bahwa penguasaan teknologi dan keterampilan praktis anak bangsa mampu bersaing ketat dengan standar industri global.

Raihan prestasi ini mencakup satu medali perak yang disabet Edsel Parama Mustapa pada bidang Software Applications Development, serta dua medali perunggu melalui aksi impresif Fatima Rani Al Husna Prameswara (Restaurant Service) dan Rash Asyari Amyris Thalib (IT Network Systems Administration). Tak hanya itu, enam Medal for Excellence turut diraih oleh para praktisi muda di bidang Electronics, Web Technologies, Industrial Control, Mechatronics, Refrigeration and Air Conditioning, hingga Automobile Technology.

Keberhasilan menembus persaingan global ini tidak lepas dari pola pembinaan ketat yang melibatkan kolaborasi lintas kementerian, lembaga pendidikan, hingga mitra industri. Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Sukro Muhab, menegaskan bahwa pengalaman berlaga di tingkat dunia memberikan tolok ukur riil mengenai kebutuhan presisi, kecepatan, dan penguasaan teknologi modern. Pembentukan kompetensi tersebut diasah melalui Training Center terpadu, salah satunya di BBPVP Bekasi, guna memastikan para peserta terbiasa menghadapi kriteria penilaian berstandar internasional.

Sebagai langkah strategis pasca-kompetisi, pemerintah bergerak cepat memanfaatkan materi uji (test project) WSC 2026 untuk mengintervensi pembaruan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Penguatan infrastruktur juga menjadi fokus utama melalui modernisasi peralatan workshop di berbagai unit BBPVP/BPVP serta sekolah kejuruan di seluruh Indonesia.

Menatap gelaran berikutnya, Kementerian Ketenagakerjaan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merancang mekanisme seleksi yang lebih awal dan terstruktur. Seleksi tingkat nasional diproyeksikan berlangsung satu tahun sebelum kompetisi dimulainya. Integrasi antara fasilitas Training Centre dan Talent Innovation Hub (TIH) akan diperkuat demi melahirkan generasi ahli yang adaptif, presisi, dan siap menjawab tantangan pasar kerja global secara berkelanjutan.

Belum ada komentar