Rawat Pers, Selamatkan Demokrasi: Seruan Alexander di Hari Pers Dunia 2026

Alexander Sihombing,C.ILJ Jurnalis beritakeadilan.com Wilayah Toba, Samosir, Tapanuli Utara dan menjabat di Divisi Hukum DPC AKPERSI Kabupaten Toba
beritakeadilan.com,

KABUPATEN TOBA, SUMATERA UTARA – Dalam rangka memperingati Hari Pers Dunia yang jatuh pada 3 Mei 2026, Alexander Sihombing, C.ILJ, jurnalis beritakeadilan.com wilayah Toba, Samosir, dan Tapanuli Utara sekaligus Divisi Hukum DPC AKPERSI Kabupaten Toba, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh insan pers di Indonesia.

Ucapan tersebut secara khusus ditujukan kepada rekan-rekan jurnalis di Kabupaten Toba, Samosir, dan Tapanuli Utara yang terus menjalankan tugas jurnalistik di tengah berbagai tantangan.

Mengusung tema UNESCO tahun ini, “A Press for the Planet: Journalism in the Face of the Environmental Crisis,” Alexander menegaskan bahwa pers tidak hanya berperan sebagai pilar keempat demokrasi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menyuarakan isu kemanusiaan, lingkungan, dan keadilan sosial.

Di Kabupaten Toba, lanjutnya, AKPERSI berkomitmen menjaga marwah pers yang bebas, profesional, dan bertanggung jawab.

“Kebebasan pers bukan berarti tanpa batas, melainkan kebebasan yang berpijak pada Kode Etik Jurnalistik serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” tegasnya.

Alexander juga menekankan bahwa esensi jurnalisme adalah mencari kebenaran, bukan sekadar menemukan kesalahan.

“Hari Pers Dunia ini menjadi pengingat bagi kami. Tugas jurnalis bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk meluruskan. Bukan mencari kesalahan, tetapi menyampaikan kebenaran,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut pers sebagai representasi suara masyarakat.

“Pers adalah mata dan telinga rakyat. Mari kita rawat bersama. Pers bukan lawan, melainkan mitra. Kritik yang membangun adalah vitamin bagi demokrasi,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Alexander menegaskan komitmen AKPERSI Toba dalam menjaga integritas jurnalistik.

“Pers bebas bukan ancaman, melainkan kebutuhan. AKPERSI Toba akan terus mengawal kebenaran dan menjaga marwah jurnalistik. Demokrasi yang sehat lahir dari pers yang berani dan beretika. Pers kuat, Toba mantap,” pungkasnya.

Belum ada komentar