NGAWI, JAWA TIMUR – Momentum Hari Lahir ke-81 Kejaksaan Republik Indonesia dimanfaatkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi untuk mendorong penghijauan sekaligus membuka peluang manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Bersama Pemerintah Kabupaten Ngawi dan insan media yang tergabung dalam Komunitas Media Pengadilan Kejaksaan (KOMPAK), Kejari Ngawi menanam sejumlah bibit pohon produktif di kawasan Palereman Alas Ketangga Srigati, Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir ke-81 Kejaksaan RI yang dikemas melalui sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, media, dan masyarakat.
Kepala Kejari Ngawi, Beny Hermanto, mengatakan bibit yang ditanam merupakan berbagai jenis tanaman buah produktif. Tanaman tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat penghijauan kawasan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
“Dalam rangka Hari Lahir ke-81 tahun Kejaksaan RI, kami melaksanakan kegiatan penanaman bibit buah, seperti mangga, alpukat, durian, jambu, dan nangka. Bibit-bibit pohon yang produktif ini diharapkan dapat memberikan manfaat,” ujar Beny.

Menurutnya, tanaman produktif memiliki nilai strategis karena selain berfungsi menjaga kelestarian lingkungan, hasilnya kelak dapat dimanfaatkan masyarakat.
Penanaman pohon tersebut diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi kawasan Srigati. Keberadaan tanaman buah produktif juga berpotensi memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekaligus masyarakat yang berada di sekitar kawasan wisata religi tersebut.
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko mengapresiasi rangkaian kegiatan yang digelar dalam memperingati Hari Lahir ke-81 Kejaksaan RI.
Menurutnya, penanaman bibit pohon produktif yang dipadukan dengan wisata religi Srigati memiliki potensi untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

“Rangkaian hari jadi diaktualisasikan melalui penanaman bibit dan wisata religi Srigati. Diharapkan bisa dijadikan dan meningkatkan kegiatan ekonomi warga sekitar Srigati,” kata Dwi Rianto Jatmiko.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek. Sinergi berbagai pihak dinilai penting agar kawasan Srigati semakin berkembang, baik dari sisi lingkungan maupun aktivitas ekonomi warga.
Selain penanaman pohon, bantuan sosial juga diberikan kepada masyarakat dan fasilitas keagamaan di kawasan tersebut.

“Bagaimana agar bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, yang bersamaan dengan bakti sosial Kompak untuk musala yang ada di Srigati,” lanjutnya.
Ketua Umum KOMPAK, Budi Mulyono, mengatakan kegiatan sosial di kawasan Srigati tersebut sekaligus menjadi bagian dari agenda Jumat Berkah.
“Kegiatan kebetulan Jumat Berkah. Dana dari teman-teman wartawan yang dikumpulkan hingga kini bisa ke Ngawi yang bertepatan dengan Hari Lahir ke-81 Kejaksaan RI,” ujar Budi.
Selain bakti sosial, insan media yang tergabung dalam KOMPAK juga melakukan aksi bersih-bersih musala. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap fasilitas keagamaan sekaligus kebersihan lingkungan masyarakat.
Agenda sosial semacam ini selama ini menjadi salah satu kegiatan yang rutin dilakukan KOMPAK dengan melibatkan berbagai pihak.
Rangkaian kegiatan di Palereman Alas Ketangga Srigati diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni peringatan Hari Lahir ke-81 Kejaksaan RI.
Penanaman mangga, alpukat, durian, jambu, dan nangka menjadi langkah konkret untuk memperkuat penghijauan kawasan. Dalam jangka panjang, tanaman produktif tersebut juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Kolaborasi Kejari Ngawi, Pemerintah Kabupaten Ngawi, KOMPAK, dan masyarakat menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan kawasan Srigati.
Dengan perpaduan antara pelestarian lingkungan, kegiatan sosial, dan pengembangan wisata religi, kawasan Palereman Alas Ketangga Srigati diharapkan semakin terawat sekaligus mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga sekitar.

Belum ada komentar