Proyek Jalan Siraituruk-Amborgang Berdebu, Progres Pekerjaan Dipertanyakan

Proyek Jalan Sirait Uruk-Amborgang Berdebu, Progres Pekerjaan Dipertanyakan
beritakeadilan.com,

KABUPATEN TOBA, SUMATERA UTARA – Kondisi ruas Jalan Gereja menuju SMP Negeri 1 Porsea, Kabupaten Toba, menjadi sorotan warga. Jalan yang tengah dalam pengerjaan itu masih menyisakan debu dan kerikil di permukaannya. Saat kendaraan melintas, debu beterbangan dan berpotensi mengganggu kenyamanan maupun keselamatan pengguna jalan.

Pantauan di lokasi pada Kamis (3/9/2026) menunjukkan permukaan jalan belum memasuki tahap pengaspalan atau hotmix. Material kerikil masih terlihat di sejumlah bagian badan jalan. Kondisi tersebut terutama dikhawatirkan membahayakan pengendara sepeda motor karena permukaan yang tidak sepenuhnya stabil dapat meningkatkan risiko kendaraan tergelincir.

Salah seorang warga sekitar, K. Sitorus, berharap pekerjaan segera dituntaskan hingga tahap hotmix. Ia mengatakan ruas tersebut menjadi salah satu akses masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk akses pelajar menuju SMP Negeri 1 Porsea.

“Harapannya segera dilanjutkan sampai hotmix, karena jalan ini dipakai masyarakat setiap hari,” ujar K. Sitorus.

Berdasarkan papan informasi yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan Program Penyelenggaraan Jalan, dengan kegiatan Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota dan nama paket Sirait Uruk–Amborgang.

Proyek itu bersumber dari APBD Kabupaten Toba Tahun Anggaran 2026. Papan proyek mencantumkan Nomor Kontrak 04/SP/PPK-MK/BM/PUTR/2026, tertanggal 1 Juli 2026, dengan nilai kontrak Rp586.929.000.

Adapun waktu pelaksanaan ditetapkan selama 150 hari kalender, terhitung sejak 1 Juli hingga 27 November 2026. Artinya, ketika kondisi jalan dipantau pada 3 September 2026, pekerjaan masih berada dalam periode pelaksanaan yang tercantum dalam kontrak.

Namun, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai tahapan pekerjaan dan rencana pelaksanaan hotmix. Warga juga berharap pihak pelaksana memastikan kondisi permukaan jalan tetap aman bagi pengguna selama proyek berlangsung, termasuk langkah pengendalian debu dan penanganan material kerikil yang berada di badan jalan.

Redaksi telah berupaya meminta penjelasan kepada pihak terkait, termasuk PPTK, mengenai progres pekerjaan, tahapan yang telah diselesaikan, alasan tahap hotmix belum dilakukan, serta rencana pekerjaan selanjutnya. Namun, hingga berita ini disusun, konfirmasi tersebut belum memperoleh jawaban.

Pihak PPK, PPTK, pelaksana pekerjaan maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Toba tetap diberikan ruang untuk memberikan penjelasan mengenai progres dan pelaksanaan proyek Jalan Sirait Uruk–Amborgang.

Belum ada komentar