Keempat Kalinya Digelar di Samosir, Festival Tao Toba Joujou 2026 Resmi Dibuka

Keempat Kalinya Digelar di Samosir, Festival Tao Toba Joujou 2026 Resmi Dibuka
beritakeadilan.com,

KABUPATEN SAMOSIR, SUMATERA UTARA – Festival Tao Toba Joujou 2026 resmi dibuka di Segmen V Waterfront City Pangururan, Kabupaten Samosir, Kamis (6/8/2026). Memasuki penyelenggaraan keempat di Samosir, festival ini kembali menjadi ajang kolaborasi budaya, pariwisata, UMKM, dan sektor pertanian dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Danau Toba.

Pembukaan festival dilakukan oleh Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera. Prosesi ditandai dengan petikan benang pada tenun ulos sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan festival yang akan berlangsung selama empat hari.

Prosesi penenunan ulos akan terus berlangsung hingga penutupan festival sebagai representasi kesinambungan budaya Batak. Ulos tidak hanya dimaknai sebagai warisan leluhur, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang menjadi sumber penghidupan masyarakat di kawasan Danau Toba.

Suasana pembukaan semakin meriah melalui Parade Budaya dan Agro yang diikuti sembilan kecamatan di Kabupaten Samosir. Masing-masing menampilkan potensi unggulan daerah, mulai dari miniatur khas, busana tradisional, pertunjukan seni budaya, hingga hasil pertanian unggulan.

Mengusung tema “Merajut Warisan, Menggerakkan Ekonomi: Sinergi Penguatan Potensi Daerah untuk Akselerasi Pariwisata Danau Toba”, Festival Tao Toba Joujou menjadi wujud sinergi pelestarian budaya dengan penguatan ekonomi daerah melalui pengembangan UMKM, digitalisasi, dan sektor pariwisata.

Pada kesempatan itu, Bupati Samosir bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga juga menandatangani komitmen pembentukan Tim Percepatan Ekspor Kabupaten Samosir. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi produk-produk unggulan daerah hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

Hadir dalam pembukaan festival antara lain Direktur Utama PT Bank Sumut Heru Mardiansyah, Deputi Direktur OJK Regional 5 Sumatera Sapriandi, Kepala Divisi Edukasi, Humas, dan Hubungan Kelembagaan LPS I Pramuji Novri Haryanto, Deputi Direktur Bank Indonesia Sumatera Utara Darius Tirtosuharto, unsur Forkopimda, BPODT, jajaran perbankan, Ketua TP PKK Samosir Kennauli A. Sidauruk beserta jajaran, para asisten, staf ahli bupati, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera, mengatakan Festival Tao Toba Joujou merupakan wujud nyata sinergi lintas sektor dalam memperkuat ekonomi daerah.

“Bank Indonesia memiliki tugas mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, kami sangat senang ketika peran tersebut disambut pemerintah daerah melalui kolaborasi yang kuat,” ujar Riza.

Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini hadir dengan konsep yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain menghadirkan pameran UMKM, festival budaya, dan business matching, tahun ini juga digelar Samosir Run yang ditargetkan menjadi agenda tahunan berskala nasional.

Riza menambahkan, Festival Tao Toba Joujou merupakan bagian dari rangkaian Festival Karya Kreatif Indonesia (FKKI) yang akan berlangsung di Jakarta pada Agustus mendatang. Produk-produk unggulan dari wilayah kerja Bank Indonesia Sibolga akan dipromosikan pada ajang tersebut. Selama pelaksanaan festival, BI menargetkan sekitar 55 ribu pengunjung hadir di Samosir.

Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom mengapresiasi Bank Indonesia yang kembali mempercayakan Kabupaten Samosir sebagai tuan rumah Festival Tao Toba Joujou.

“Selamat datang di Samosir, negeri indah kepingan surga. Terima kasih kepada Bank Indonesia yang kembali membawa festival ini ke Kabupaten Samosir,” kata Vandiko.

Ia menegaskan, Festival Tao Toba Joujou bukan sekadar panggung hiburan, tetapi menjadi ruang kolaborasi antara budaya, pariwisata, UMKM, dan sektor pertanian dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

“Di sini kita melihat bagaimana budaya, UMKM, dan sektor agro bertemu. Tidak hanya menampilkan potensi, tetapi juga mendapatkan pendampingan dan pelatihan dari Bank Indonesia agar mampu naik kelas hingga menembus pasar internasional,” ujarnya.

Menurut Vandiko, festival tersebut terbukti memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Para pelaku UMKM memperoleh kesempatan memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai jual produknya.

“Dengan komunikasi yang baik, Tao Toba Joujou kembali lagi ke Samosir. Festival ini sudah sangat melekat dengan Samosir. Mudah-mudahan tahun depan bisa kembali digelar karena dampaknya sangat baik bagi peningkatan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Vandiko juga optimistis transaksi digital selama festival akan terus meningkat. Pada 2024 nilai transaksi elektronik tercatat mencapai Rp1,9 miliar, kemudian meningkat menjadi sekitar Rp2,5 miliar pada 2025.

Sebagai bentuk dukungan kepada pelaku usaha, Pemerintah Kabupaten Samosir berkomitmen meningkatkan plafon pembiayaan UMKM hingga Rp100 juta dengan bunga nol persen yang ditanggung pemerintah daerah.

Dalam kesempatan tersebut turut dilakukan penyerahan business matching pembiayaan kepada pelaku usaha, yakni dari Bank Sumut sebesar Rp500 juta, BNI Rp300 juta, Bank Mandiri Rp200 juta, dan BRI Rp170 juta.

Festival Tao Toba Joujou 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, antara lain Festival Ulos Boruni Raja, Festival Kopi Para Raja, kuliner khas Batak, pertunjukan budaya, kompetisi lokal, talkshow, layanan pembayaran digital, pasar murah pengendalian inflasi, hingga penampilan grup musik nasional Cokelat.

Lebih dari sekadar agenda tahunan, Festival Tao Toba Joujou telah berkembang menjadi simbol bagaimana kekayaan budaya mampu menjadi penggerak ekonomi daerah. Festival ini memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi pariwisata unggulan yang bertumpu pada identitas budaya, pemberdayaan UMKM, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Belum ada komentar