Menu Program Unggulan MBG di Lamongan Diduga Ada Ulat, Kader Pasyandu Turi Lapor ke SPPG

beritakeadilan.com,

KABUPATEN LAMONGAN JAWA TIMUR- Program Unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Tawangrejo, Kecamatan Turi, menjadi sorotan tajam dari publik setelah beredar foto yang diduga ulat yang ditemukan di dalam menu nasi makanan Rabo ( 5/8/2026)

Informasi tersebut mencuat melalui unggahan di grup Whataap MBG Desa Turi kemudian telah viral di berbagai platform media sosial. Dalam unggahan itu disebutkan, menu ayam tempe dan sawi serta nasi yang dibagikan Kepada Keluarga Penerima Mangfaat ( KPM ) diduga ditemukan benda kecil kecoklatan yang menyerupai ulat.

“Ngaputen nggih pak menu MBG yang dibagikan kepada KPM Desa Turi diduga ada ulatnya tolong diteliti lagi nasi dan sayurnya,” ujar salah seorang anggota dari Posyandu sambil menunjukan foto temuannya.

Menurutnya selain melaporkan dugaan adanya ulat di dalam nasi paket MBG mereka juga menyoroti porsi tempe yang dinilai hanya separuh potong selama dua hari ini tidak tersedia sampel makanan untuk Petugas In Charge (PIC) hal ini dikeluhkan masyarakat penerima manfaat.

Senada juga diungkapkan kader posyandu yang lainnya Ia meminta agar temuan benda yang menyerupai ulat tersebut segera dilaporkan kepada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bahan evaluasi terhadap dapur penyedia menu MBG diwilayah setempat.

Sementara itu salah satu warga setempat yang bernama Ashuri saat Ia dimintai tanggapan terkait foto yang beredar dan viral di berbagai media Dia mengaku meyakini benda yang bentuknya memanjang tersebut adalah ulat”ujarnya dengan singkat

Menanggapi Laporan tersebut Kepala SPPG Geger 1 Kecamtan Turi Ahmad Arif Fathoni, telah membantah atas dugaan tersebut. Menurutnya, benda yang terlihat di dalam nasi bukan ulat, melainkan udang rebon atau ebi yang memang dicampurkan ke dalam nasi untuk menambah cita rasa.

“Saya ingin mengklarifikasi bahwa benda di dalam nasi tersebut yang memanjang itu bukan ulat, tapi melainkan udang rebon (ebi) yang digunakan untuk menambah cita rasa makanan,” katanya

Admin grup WhatsApp Desa sebelumnya juga telah menginformasikan kepada PIC sekolah maupun posyandu bahwa menu nasi pada hari itu mengandung campuran udang rebon serta mengimbau agar penerima yang memiliki alergi udang untuk segera memberi tahu.

“Untuk menu nasi hari ini kata dia terdapat campuran udang rebon. Mohon diinformasikan jika ada penerima yang memiliki alergi dengan udang pihaknya akan akan menindaklanjuti laporannya tersebut dengan melakukan pengecekan terhadap foto dan akan datangi lokasi kejadian.

“Biasanya itu porsinya kecil. Maturnuwun atas masukannya,” ujar Ahmad Arif Fathoni Kepala SPPG Geger Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan

Ia juga menegaskan paket makanan yang dipermasalahkan telah diganti. “Atas temuan tersebut sudah saya tanggapi, juga sudah saya ganti. Monggo ditanyakan langsung di posyandunya.

“Menurutnya program MBG 3B di wilayah tersebut menyasar ibu hamil, balita, dan masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Paket makanan dipasok oleh SPPG Geger dan kami akan melakukan evaluasi agar makanan yang dibagikan ke KPM berkualitas
,”pungkasnya

 

Belum ada komentar