PMD PPA Toba Perkuat Desa, Lindungi Anak, dan Dorong UMKM Menuju Toba Mantap 2029

PMD PPA Toba Perkuat Desa, Lindungi Anak, dan Dorong UMKM Menuju Toba Mantap 2029
beritakeadilan.com,

KABUPATEN TOBA, SUMATERA UTARA – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan, dan Perlindungan Anak (PMD PPA) Kabupaten Toba terus mengakselerasi berbagai program strategis pada Tahun Anggaran 2026 sebagai bagian dari upaya mendukung visi pembangunan Toba Mantap 2029.

Program yang dijalankan mencakup penguatan tata kelola pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat, perlindungan perempuan dan anak, hingga pengembangan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kepala Dinas PMD PPA Kabupaten Toba, Melati Silalahi, mengatakan seluruh program dirancang untuk meningkatkan kualitas pemerintahan desa sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Banyak sebenarnya kegiatan-kegiatan yang mendukung Toba Mantap 2029,” ujar Melati saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/7/2026).

Pada bidang pemerintahan desa, PMD PPA menargetkan pembinaan administrasi di 32 desa. Program tersebut kini sedang berjalan. Selain itu, dinas juga telah melaksanakan sosialisasi penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD), Dana Desa, dan Bagi Hasil Pajak sesuai delapan prioritas penggunaan yang ditetapkan pemerintah.

Di bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), PMD PPA menargetkan sosialisasi pencegahan perundungan di 20 sekolah. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Forkopimda, guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Sementara itu, pada bidang pemberdayaan masyarakat, pembinaan terhadap BUMDes dan BUMDesma terus diperkuat. Langkah ini dilakukan agar seluruh kecamatan mampu menyelenggarakan musyawarah pertanggungjawaban secara tertib dan akuntabel.

Di bidang Kelembagaan Masyarakat Desa dan Adat (KMDA), PMD PPA juga melakukan identifikasi masyarakat hukum adat di Natinggir, pembinaan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), serta persiapan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat dan Hari Kesatuan Gerak PKK.

Selain itu, dinas turut menjalankan berbagai program pemberdayaan perempuan melalui penguatan UMKM, peningkatan kapasitas ekonomi dan sosial, serta penyelenggaraan peringatan Hari Anak Nasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Meski demikian, Melati mengakui pelaksanaan berbagai program masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan sumber daya manusia. Menurutnya, dukungan personel yang memadai diperlukan agar seluruh target kinerja dapat dicapai secara optimal.

“Dengan dukungan yang cukup, kami optimistis seluruh program dapat berjalan lebih maksimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Toba,” pungkasnya.

Belum ada komentar