Warga Desa Terdampak Kemarau Bersyukur, Pemkab Bojonegoro Terus Salurkan Bantuan Air Bersih

Warga Desa Terdampak Kemarau Bersyukur, Pemkab Bojonegoro Terus Salurkan Bantuan Air Bersih (ist)
beritakeadilan.com,

KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR – Bantuan air bersih yang terus disalurkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi harapan bagi warga di sejumlah desa yang mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau.

Distribusi air bersih yang dilakukan sejak Juni hingga awal Juli 2026 disambut baik masyarakat. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari di tengah berkurangnya debit sumber air.

Salah seorang warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngraho, Karsinah (53), mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan Pemkab Bojonegoro.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemkab Bojonegoro yang sudah menyalurkan bantuan air bersih. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari karena saat musim kemarau debit air sumur mulai berkurang. Semoga bantuan seperti ini terus berlanjut selama warga masih membutuhkan,” ujar Karsinah, Rabu (8/7/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan permohonan dari pemerintah desa yang kemudian ditindaklanjuti dengan asesmen lapangan agar bantuan tepat sasaran.

“Setiap permohonan distribusi air bersih diawali dengan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi sumber air, jumlah warga terdampak, serta ketersediaan pasokan di wilayah setempat. Dengan mekanisme tersebut, bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelas Heru.

Selama Juni 2026, BPBD telah mendistribusikan 10 tangki air bersih ke Desa Deru, Desa Wotan, dan Desa Sumberharjo di Kecamatan Sumberejo; Desa Sumberejokidul, Kecamatan Sukosewu; Desa Sugihwaras dan Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho; Desa Nglampin, Kecamatan Ngambon; serta Desa Papringan, Kecamatan Temayang.

Memasuki awal Juli 2026, distribusi kembali dilakukan ke desa-desa yang mengajukan permohonan, di antaranya Desa Sumberejokidul, Kecamatan Sukosewu, dan Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngraho.

Selain penanganan darurat, BPBD juga telah memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan sepanjang 2026. Tercatat sebanyak 20 kecamatan dengan 72 desa masuk dalam kategori wilayah rawan kekeringan.

Data tersebut menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menyusun langkah mitigasi, menyiapkan cadangan air bersih, serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau.

Pemkab Bojonegoro juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, dan instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan sehingga distribusi bantuan dapat segera dilakukan ketika kebutuhan masyarakat meningkat.

BPBD mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau. Warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih dapat melapor melalui pemerintah desa setempat atau menghubungi Pusdalops BPBD Bojonegoro melalui WhatsApp di nomor 0811-3356-444.

Belum ada komentar