KABUPATEN TOBA, SUMATERA UTARA – Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) memperkuat strategi pengembangan sektor pariwisata. Langkah tersebut dilakukan melalui peningkatan promosi, pembenahan destinasi unggulan, penyelenggaraan event, serta pelestarian budaya Batak sebagai daya tarik wisata.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba, Rikardo Hutajulu, mengatakan hasil evaluasi menunjukkan kunjungan wisatawan belum mencapai target. Salah satu faktor yang dinilai masih menjadi kendala ialah promosi destinasi yang belum optimal.
“Setelah kita analisa, wisatawan yang datang memang belum sesuai dengan harapan. Pertama, promosi objek wisata kita masih kurang. Karena itu, sekarang kita benahi. Melalui promosi inilah kita menyampaikan keindahan objek wisata yang dimiliki Kabupaten Toba,” ujar Rikardo, Rabu (8/7/2026).
Untuk mempercepat pengembangan pariwisata, Disbudpar membagi destinasi menjadi tiga kategori, yakni prioritas, unggulan, dan rintisan. Skema tersebut disusun agar pembinaan dan pengembangan dapat dilakukan secara lebih terarah.
Saat ini, sekitar 10 destinasi telah ditetapkan sebagai objek wisata prioritas. Beberapa di antaranya adalah Pakkodian, Desa Adat Meat, dan Makam Sisingamangaraja yang akan direvitalisasi.
“Selama dua tahun ke depan, destinasi inilah yang menjadi fokus pembenahan dan promosi kepada wisatawan,” jelas Rikardo.
Ia menambahkan, setelah masa pengembangan tersebut, destinasi yang kini berstatus unggulan akan diproyeksikan naik menjadi prioritas sehingga wisatawan memiliki lebih banyak pilihan objek wisata baru.
Selain membenahi destinasi, Disbudpar juga berencana memperbanyak penyelenggaraan event untuk meningkatkan daya tarik kunjungan.
“Selama ini event di Toba masih sangat minim. Padahal objek wisata kita sudah bagus. Jika dipadukan dengan event, tentu akan semakin menarik minat wisatawan. Misalnya lomba balap sepeda yang melintasi berbagai objek wisata sebagai bentuk promosi,” katanya.
Salah satu agenda yang tengah dipersiapkan melalui Perubahan APBD (P-APBD) ialah penyelenggaraan Tour de Toba dengan rute yang direncanakan melintasi kawasan pinggiran Danau Toba.
Di bidang kebudayaan, Disbudpar juga berkomitmen menghidupkan kembali tradisi Batak yang mulai jarang ditampilkan sebagai atraksi wisata.
“Karena kita merupakan Dinas Kebudayaan, kita juga ingin menghidupkan kembali budaya Batak yang mulai hampir punah, salah satunya tradisi Maranggir. Tradisi ini akan dikemas menjadi pertunjukan budaya di berbagai objek wisata sehingga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” ungkapnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah turut memberi perhatian pada peningkatan aksesibilitas menuju destinasi wisata. Infrastruktur dan kemudahan akses dinilai menjadi faktor penting untuk menciptakan perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien bagi wisatawan.
Melalui penguatan promosi, pengembangan destinasi, penyelenggaraan event, pelestarian budaya, serta peningkatan aksesibilitas, Pemerintah Kabupaten Toba optimistis sektor pariwisata akan terus tumbuh. Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Toba sebagai salah satu destinasi unggulan di kawasan Danau Toba.

Belum ada komentar