Siswa MTs Darul Huda Wlingi Dianiaya Adik Kelas hingga Hidung Berdarah, Videonya Viral

Foto: Pelaku Dan Korban Dari Potongan Video yang beredar(ist)
beritakeadilan.com,

KABUPATEN BLITAR, JAWA TIMUR – Kasus kekerasan terhadap pelajar kembali terjadi di Kabupaten Blitar. Seorang siswa MTs Darul Huda Wlingi diduga menjadi korban penganiayaan oleh adik kelasnya di lingkungan sekolah hingga mengalami pendarahan pada bagian hidung.

Peristiwa tersebut diduga terjadi di dalam ruang kelas pada Kamis (20/8/2026). Korban berinisial F, siswa kelas 9, diduga dianiaya oleh G, siswa kelas 8. Rekaman aksi kekerasan itu kemudian beredar di media sosial dan memicu perhatian publik.

Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 30 detik, terlihat G menarik kerah baju F hingga korban terdorong dan terjatuh. Setelah itu, pelaku diduga menendang bagian perut korban beberapa kali.

Aksi tersebut berlanjut dengan dugaan kekerasan fisik lainnya. Pelaku terlihat menjambak rambut, memukul bagian dada, hingga menampar wajah korban yang berada dalam posisi tidak berdaya.

Dampak dari aksi tersebut terlihat pada bagian hidung korban yang mengeluarkan darah. Rekaman itu memperlihatkan bagaimana kekerasan terjadi di dalam ruang kelas, sementara motif di balik peristiwa tersebut hingga kini belum diketahui.

Peristiwa ini menjadi sorotan karena kekerasan terjadi di lingkungan lembaga pendidikan yang semestinya menjadi ruang aman bagi siswa untuk belajar dan berkembang. Kasus tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan serta upaya pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah.

Sejumlah warga mendesak agar kasus tersebut ditangani secara serius sesuai ketentuan yang berlaku. Penanganan yang tegas dinilai penting bukan semata untuk memberikan efek jera, tetapi juga sebagai langkah pencegahan agar kekerasan serupa tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak MTs Darul Huda Wlingi maupun pihak keluarga korban mengenai langkah yang akan ditempuh terkait peristiwa tersebut. Motif dan kronologi lengkap kejadian juga masih memerlukan penjelasan dari pihak-pihak terkait.

Belum ada komentar