TOBA,SUMATERA UTARA – Ketua DPRD Kabupaten Toba, Franshendrik Tambunan, memimpin kegiatan Reses Masa Sidang Ketiga DPRD Kabupaten Toba Daerah Pemilihan (Dapil) I Balige-Tampahan yang berlangsung di Kantor Camat Balige, Jumat (6/11/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para anggota legislatif untuk menyerap aspirasi, usulan, serta kebutuhan masyarakat sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Toba ke depan.
Reses tersebut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Toba dari Dapil I, unsur pemerintah kecamatan, perangkat desa, kepala desa, serta lurah se-Kecamatan Balige. Berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat menjadi bagian dari pembahasan dalam kegiatan tersebut, khususnya terkait prioritas pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Toba, Franshendrik Tambunan, mengingatkan seluruh perangkat daerah agar mengoptimalkan penggunaan anggaran yang tersedia. Menurutnya, meskipun pemerintah saat ini menghadapi kebijakan efisiensi anggaran, program pembangunan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat harus tetap menjadi perhatian.
Ia juga menegaskan bahwa sektor pertanian dan pariwisata perlu menjadi prioritas pembangunan daerah. Kedua sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Toba.
“Kita fokus ke pertanian dan pariwisata. Termasuk bagaimana akses jalan menuju tempat-tempat wisata di Kabupaten Toba dapat semakin baik,” ujarnya.
Menurut Franshendrik, peningkatan infrastruktur, terutama akses jalan menuju kawasan wisata, merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan pariwisata. Dengan akses yang semakin baik, diharapkan potensi wisata daerah dapat berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Sementara itu, anggota DPRD Toba dari Dapil I, Patuan Pardede, menyampaikan bahwa pihaknya terbuka untuk menerima berbagai aspirasi masyarakat, baik yang disampaikan secara langsung oleh kepala desa, lurah maupun melalui perangkat daerah terkait.
“Kami siap menyerap aspirasi dari masyarakat, kepala desa, lurah maupun melalui dinas tentunya sebagai eksekutor. Kami berharap usulan-usulan dari Bapak/Ibu sekalian dapat kita realisasikan pada tahun anggaran 2027 nanti,” ungkapnya.
Patuan berharap seluruh usulan yang disampaikan dalam kegiatan reses dapat menjadi bahan pembahasan dan diperjuangkan sesuai dengan skala prioritas serta kemampuan keuangan daerah. Dengan demikian, aspirasi masyarakat tidak hanya menjadi catatan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah.
Pada kesempatan yang sama, Camat Balige, Partogi Tambunan, turut menyampaikan harapan agar fasilitas Kantor Camat Balige mendapat perhatian dari para anggota DPRD. Salah satu kebutuhan yang disampaikannya adalah perbaikan dan perluasan aula kantor camat yang dinilai sudah membutuhkan peningkatan kapasitas untuk menunjang berbagai kegiatan pemerintahan maupun pelayanan masyarakat.
“Kalau tidak keseluruhan, minimal aula kantor ini bisa diperbesar, melihat banyaknya kegiatan yang dilaksanakan di sini,” harapnya.
Partogi juga menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar agenda formalitas atau pertemuan rutin antara wakil rakyat dengan masyarakat. Lebih dari itu, reses merupakan bagian penting dari pelaksanaan fungsi DPRD, terutama dalam menyerap aspirasi, menjalankan fungsi pengawasan (controlling), serta memperhatikan kebutuhan masyarakat dalam proses perencanaan dan penganggaran (budgeting).
Melalui kegiatan Reses Masa Sidang Ketiga tersebut, diharapkan berbagai aspirasi masyarakat Dapil I Balige-Tampahan dapat menjadi masukan bagi DPRD dan Pemerintah Kabupaten Toba dalam menyusun prioritas pembangunan, khususnya untuk tahun anggaran 2027.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Toba Dapil I, Mangapul Siahaan dan Marnasip Tampubolon, bersama perangkat desa, kepala desa, serta lurah se-Kecamatan Balige.

Belum ada komentar