Pompa Irigasi Beroperasi, Puluhan Sumur Warga Mojowarno Mengering

Pompa Irigasi Beroperasi, Puluhan Sumur Warga Mojowarno Mengering
beritakeadilan.com,

KABUPATEN JOMBANG, JAWA TIMUR – Puluhan sumur milik warga Dusun Guwo, Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, mengalami penurunan debit air hingga mengering setelah pompa irigasi di wilayah tersebut mulai dioperasikan sekitar dua pekan terakhir.

Kondisi itu berdampak pada sekitar 20–30 kepala keluarga (KK) yang selama ini mengandalkan sumur sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. Sejumlah warga bahkan terpaksa mengeluarkan biaya sendiri untuk memperdalam sumur agar kembali mendapatkan sumber air.

Biaya yang harus dikeluarkan warga mencapai sekitar Rp3 juta untuk setiap titik sumur. Persoalan tersebut kini mendapat perhatian dari Dinas Pertanian Kabupaten Jombang.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Much. Rony, saat dikonfirmasi pada Rabu (7/10/2026), mengatakan pihaknya telah menerima laporan mengenai kondisi sumur warga. Tim di lapangan diminta mengumpulkan data untuk memastikan penyebab penurunan debit air tersebut.

Menurut Rony, keterkaitan antara pengoperasian pompa irigasi dan mengeringnya sumur warga masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan di lapangan. Namun, apabila hasil pengecekan menunjukkan pompa menjadi faktor yang berdampak terhadap sumber air warga, pengoperasiannya dapat dihentikan.

“Yang jelas dari semua proyek serupa, ini yang pertama kejadian seperti ini. Kami akan cek dulu. Nanti sebelum melangkah, kalau memang berakibat ke warga, ya dihentikan saja pompanya,” ujar Rony.

Salah seorang warga setempat, Dayu (28), mengatakan perubahan kondisi sumur mulai dirasakan setelah pompa irigasi dinyalakan. Padahal, proyek yang dibangun sejak 2025 tersebut baru digunakan sekitar dua pekan terakhir.

“Setelah diaktifkan, dampaknya langsung kami rasakan,” kata Dayu.

Menurut dia, penurunan debit air tidak hanya dirasakan satu keluarga, tetapi terjadi pada sejumlah warga di beberapa RT. Warga yang memiliki kemampuan finansial masih dapat memperdalam sumur, sedangkan mereka yang tidak memiliki biaya harus menghadapi keterbatasan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pompa yang menjadi perhatian warga tersebut merupakan bagian dari proyek pembangunan konstruksi irigasi perpompaan. Program itu dilaksanakan melalui kerja sama Kementerian Pertanian RI, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, dan Dinas Pertanian Kabupaten Jombang.

Pembangunan fasilitas tersebut menggunakan dana APBN 2025 sebesar Rp153 juta dan dikerjakan oleh kelompok tani (Poktan) Dusun Guwo. Sumur dalam proyek tersebut disebut masuk kategori sumur dangkal dengan kedalaman kurang dari 100 meter.

Kini, warga menunggu hasil pemeriksaan Dinas Pertanian untuk memastikan apakah pengoperasian pompa irigasi memang berkaitan dengan menurunnya debit air pada sumur-sumur warga.

Kepastian tersebut menjadi penting, mengingat fasilitas irigasi dibangun untuk mendukung kebutuhan pertanian, sementara sumber air warga merupakan kebutuhan dasar yang menyangkut kehidupan sehari-hari.

Belum ada komentar