Polrestabes Surabaya Raih 46 Medali Kejurda INKANAS 2026, Kapolrestabes Tegaskan Mental Juara Anggota

Foto: Kapolrestabes Surabaya memberikan penghargaan kepada atlet karate peraih medali Kejurda INKANAS Piala Kapolda Jawa Timur 2026
beritakeadilan.com,

SURABAYA, JAWA TIMUR – Suasana apel jam pimpinan di lingkungan Polrestabes Surabaya, Senin (13/4/2026), berlangsung penuh kebanggaan. Momentum tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada atlet karate yang sukses mengharumkan nama institusi dalam Kejurda INKANAS Piala Kapolda Jawa Timur 2026.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan, keberhasilan para atlet merupakan refleksi nyata dari disiplin, kerja keras, dan mental juara yang terus ditempa dalam setiap proses latihan.

Dalam kejuaraan tersebut, kontingen Polrestabes Surabaya mencatatkan prestasi impresif dengan torehan total 46 medali. Raihan itu terdiri dari 15 medali emas, 17 medali perak, dan 14 medali perunggu dari berbagai nomor pertandingan.

Capaian ini, menurut Kapolrestabes, bukanlah hasil instan. Ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses panjang yang sarat dedikasi, termasuk peran penting pelatih dan official dalam membina atlet hingga mencapai performa terbaik.

“Setiap medali yang diraih merupakan hasil perjuangan yang tidak mudah. Ini adalah kebanggaan bagi institusi dan menjadi motivasi untuk terus berprestasi,” ujar Kombes Pol Luthfie.

Di antara deretan atlet berprestasi, dua anggota Polrestabes Surabaya turut menyumbangkan medali dalam kategori TNI/Polri. Bripda Mochammad Syamrehan Aditya Putra berhasil meraih medali emas di kelas Kumite 67 Kg, sementara Bripda Riko Eka Mahendra memperoleh medali perak di kelas Kumite 75 Kg.

Keberhasilan ini menegaskan bahwa anggota Polri tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga. Potensi tersebut dinilai penting untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan sumber daya manusia yang unggul.

Selain apresiasi prestasi, Kapolrestabes juga menyoroti situasi kamtibmas di wilayah hukum Polrestabes Surabaya. Ia menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah konkret dalam menangani praktik jukir liar dan “Pak Ogah” yang meresahkan masyarakat.

Pendataan dan pemetaan wilayah rawan menjadi langkah awal yang harus dilakukan. Pendekatan persuasif melalui pembinaan dan edukasi dikedepankan, namun penindakan tegas tetap akan dilakukan jika ditemukan unsur pemaksaan atau pungutan liar.

Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026, seluruh jajaran diminta meningkatkan kesiapsiagaan. Deteksi dini terhadap potensi pergerakan massa serta penguatan komunikasi dengan elemen buruh dan stakeholder menjadi prioritas.

Kapolrestabes menegaskan bahwa pengamanan harus dilakukan secara profesional, humanis, dan terukur. Dinamika tahun ini dinilai lebih kompleks, seiring pengaruh kondisi global terhadap aspek ekonomi dan sosial.

Dalam penutup amanatnya, Kapolrestabes Surabaya mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan, kecepatan respons, serta kehadiran polisi yang humanis di tengah masyarakat.

Momentum penghargaan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh personel bahwa setiap individu memiliki potensi untuk menjadi yang terbaik, selama mampu menjaga disiplin, integritas, dan tanggung jawab.

Dengan semangat “Senantiasa Menjadi Lebih Baik”, Polrestabes Surabaya diharapkan terus memberikan pengabdian optimal bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Belum ada komentar