Kadisdik Lamongan, Munif Sharif Buka Suara Terkait Meninggalnya Siswi SD Karanggeneng Bukan Karena Dibully

oleh : -
Kadisdik Lamongan, Munif Sharif Buka Suara Terkait Meninggalnya Siswi SD Karanggeneng Bukan Karena Dibully
Foto: Kadisdik Lamongan Munif Syarif saat ditemui www Beritakeadilan di ruangan kerjanya
banner 970x250

KABUPATEN LAMONGAN (Beritakeadilan Jawa Timur) - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Lamongan, Munif Sharif buka suara terkait meninggalnya siswi kelas 6 (enam) SD di Karanggeneng yang diduga jadi korban perundungan atau bully.

Munif mengatakan, korban (AR) pada waktu itu terpeleset terjatuh saat bercanda atau bermain di luar kelas bersama 4 orang temannya sambil menunggu upacara bendera.

Korban tiap harinya itu sering bermain dan bercanda bersama dengan temannya, waktu itu korban menggoda temannya dengan menarik jilbab, kemudian temannya mengejar seperti anak bercanda pada umumnya.

"Mereka bersenggolan sehingga korban terjatuh. Jadi bukan karena perundungan atau bully. Kalau terkait bully itu kan satu kelas atau anak itu diintimidasi, padahal anak ini kan guyon dengan sahabatnya sendiri, kalau dikatakan bully, saya pikir terlalu berlebihan," kata Munif, Senin (06/5).

"Kemudian, ya anak itu kalau di bully ya otomatis intimidasi dari semua pihak mungkin merasakan itu, tapi ini kan nggak," imbuhnya.

Menurut Munif, pihaknya juga nggak tahu, kejadiannya ini kan bulan Februari, kemudian meninggalnya bulan Maret, setelah itu jarak beberapa bulan, kok baru sekarang melaporkan begitu.

"Saya tidak punya bahan lain, tapi itu bisa dikaji sendirilah, tapi yang jelas tadi saya ke sekolahan, bahkan saya ke muridnya ke sahabatnya juga, ya sebetulnya mereka ini enjoy - enjoy saja, bahkan karena kejadian di bulan Februari - Maret, kemudian selesai ya normal," tandasnya.

Dalam hal ini, kata Munif, kami saling menyadari tapi kita nggak tahu kok seperti ini, akhirnya juga pihak sekolah rembok, dalam arti bagaimana supaya mental mereka juga harus kita berikan dukungan.

"Makanya saya ke sana tadi, kebetulan saya juga menjadi pembina upacara dan saya sampaikan, karena sekolah ini sekolah favorit yang ada di kecamatan Karanggeneng, karena ini sekolahnya Pak Yes dulu," ucapnya.

Munif berharap, atas kejadian ini siswa - siswi di sana tidak terggangu pelajarannya, tetap belajar seperti biasanya. "Dan banyak hikmah yang kita sampaikan, dan alhamdulillah atas kejadian itu kepedulian sekolah semakin tinggi pada anak yang meninggal itu," pungkasnya.

(Edi)

banner 400x130
banner 728x90