KABUPATEN SAMOSIR, SUMATERA UTARA – Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir tampil kompak mengenakan batik bermotif ulos dalam peringatan Hari Ulos Nasional yang dirangkai dengan Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Bupati Samosir, Senin (19/10/2026).
Mulai dari pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas hingga staf ASN, seluruhnya tampak mengenakan pakaian bermotif ulos. Sebagian ASN juga melengkapi penampilan mereka dengan ulos yang disampirkan di pundak, menambah semarak suasana upacara sekaligus menunjukkan kebanggaan terhadap warisan budaya Batak.
Penggunaan batik bermotif ulos tersebut bukan sekadar seragam dalam upacara, melainkan menjadi simbol kecintaan terhadap budaya lokal serta bentuk nyata komitmen untuk menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya Batak di tengah perkembangan zaman.
Sebagai salah satu daerah yang memiliki keterikatan erat dengan budaya Batak Toba, Pemkab Samosir terus mendorong pelestarian ulos melalui peringatan Hari Ulos Nasional. Ulos bukan sekadar kain tradisional, tetapi juga memiliki nilai filosofis, sejarah, dan makna sosial yang melekat dalam berbagai tahapan kehidupan masyarakat Batak.
Asisten I Pemkab Samosir, Tunggul Sinaga, yang bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan bahwa peringatan Hari Ulos Nasional harus menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa bangga sekaligus tanggung jawab dalam melestarikan budaya Batak.
“Upacara Hari Ulos menjadi suatu kebanggaan bagi masyarakat Batak. Budaya tersebut harus tetap dilestarikan dan dijaga. Masyarakat Samosir sudah sejak dulu mengenal dan memakai ulos. Kita harus mensyukuri dengan penuh sukacita dan gembira, termasuk mengenakan ulos sebagai kekayaan budaya yang kita miliki,” ujar Tunggul.
Ia mengajak seluruh ASN agar tidak hanya mengenakan ulos pada momentum peringatan tertentu, tetapi juga berperan aktif menjaga nilai-nilai budaya Batak agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.
Menurutnya, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Warisan leluhur harus terus dijaga agar tidak kehilangan tempat di tengah arus modernisasi.
“Ulos adalah budaya dan kebanggaan kita. Mari kita pelihara kelestariannya dan terus kita wariskan kepada generasi berikutnya,” ajaknya.
Dalam kesempatan yang sama, Tunggul Sinaga, yang akan memasuki masa purna bakti, turut menyampaikan pesan kepada seluruh ASN agar senantiasa memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya bekerja dengan sungguh-sungguh, menjaga komitmen, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang baik, baik antarsesama ASN maupun dengan pimpinan. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan tidak dapat dicapai secara individual, melainkan membutuhkan kerja sama, kekompakan, dan kontribusi seluruh pihak.
“Dua sampai tiga tahun ke depan, Kabupaten Samosir menjadi Kabupaten Idola. Kita harus menyiapkan diri, meningkatkan SDM. Kesuksesan seseorang tidak terlepas dari orang lain,” ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi refleksi tersendiri menjelang masa purna baktinya. Setelah mengabdikan diri dalam pemerintahan, Tunggul berharap generasi ASN berikutnya dapat melanjutkan pengabdian dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat melayani masyarakat.
Menurutnya, pelestarian budaya dan peningkatan kualitas pelayanan publik harus berjalan beriringan. Kemajuan daerah tidak harus meninggalkan akar budaya, tetapi justru dapat tumbuh dengan menjadikan warisan leluhur sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat.
“Seluruh ASN harus mengabdi, tingkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mari kita capai kemajuan untuk Samosir yang kita cintai,” pungkas Tunggul.
Melalui peringatan Hari Ulos Nasional ini, Pemkab Samosir berharap semangat pelestarian budaya Batak semakin tumbuh, tidak hanya di kalangan ASN, tetapi juga di tengah masyarakat, sehingga ulos tetap menjadi identitas budaya yang dibanggakan dan diwariskan kepada generasi penerus.

Belum ada komentar