Krokot, Tanaman Liar Kaya Omega-3 yang Bermanfaat bagi Kesehatan

Foto: Tanaman krokot yang bermanfaat buat kesehatan (ist)
beritakeadilan.com,

KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR – Tanaman krokot kerap tumbuh liar di pekarangan, kebun, hingga lahan kosong dan sering dianggap gulma. Namun di balik itu, tanaman bernama latin Portulaca oleracea L. ini menyimpan beragam kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.

Dalam pengobatan tradisional, terutama di Tiongkok, krokot telah lama dikenal sebagai “sayur umur panjang” karena dipercaya membantu menjaga kesehatan dan menekan risiko sejumlah penyakit.

Krokot mengandung vitamin A, vitamin C, kalium, magnesium, zat besi, serta asam lemak omega-3. Tanaman ini juga rendah kalori dan gula, namun kaya berbagai mineral dan senyawa antioksidan seperti beta karoten dan asam askorbat.

Menjaga kesehatan mata

Kandungan vitamin A dalam krokot tergolong tinggi. Dalam 100 gram krokot terdapat lebih dari 1.000 IU vitamin A yang berperan penting dalam menjaga fungsi penglihatan.

Asupan vitamin A yang cukup diketahui dapat membantu menurunkan risiko gangguan mata seperti rabun senja dan degenerasi makula.

Berpotensi menjaga kesehatan jantung dan mencegah stroke

Kandungan omega-3 dan kalium dalam krokot disebut berperan dalam menjaga kesehatan pembuluh darah serta membantu mengontrol kadar lemak dalam darah.

Kombinasi nutrisi tersebut diyakini dapat menurunkan faktor risiko penyakit kardiovaskular, termasuk stroke, meski tetap diperlukan kajian klinis lebih lanjut.

Menjaga tulang, daya tahan tubuh, hingga hidrasi

Selain itu, krokot mengandung kalsium, fosfor, dan magnesium yang penting bagi kesehatan tulang dan gigi. Vitamin C dan vitamin A di dalamnya juga berperan dalam menjaga daya tahan tubuh.

Kandungan air yang cukup tinggi membuat krokot berpotensi membantu menjaga hidrasi tubuh, terutama jika dikonsumsi sebagai bagian dari menu harian.

Antioksidan dan potensi lainnya

Sejumlah senyawa antioksidan dalam krokot dipercaya membantu melindungi sel tubuh dari paparan radikal bebas yang dapat memicu peradangan dan penyakit kronis.

Dalam beberapa literatur, krokot juga disebut berpotensi dimanfaatkan dalam produk perawatan kulit karena kandungan antimikroba dan kemampuannya membantu proses penyembuhan luka.

Catatan medis

Meski memiliki banyak potensi manfaat, konsumsi krokot tidak dianjurkan secara berlebihan. Tanaman ini mengandung asam oksalat yang cukup tinggi sehingga perlu diwaspadai oleh penderita batu ginjal.

Ibu hamil dan menyusui juga disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsinya secara rutin.

 

Ditinjau oleh: dr. Gracia Fensynthia

Belum ada komentar