KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR – Layanan administrasi kependudukan di Kecamatan Baureno kembali dipertanyakan. Pengurusan Kartu Keluarga (KK) baru dilaporkan berjalan lambat, bahkan hingga berminggu-minggu tanpa kepastian penyelesaian.
Seorang warga, T (37), mengaku telah menunggu hampir dua pekan sejak pengajuan KK diajukan. Dokumen tersebut tak kunjung rampung, padahal dibutuhkan untuk keperluan mendesak.
“Cuma verifikasi saja, kok bisa sampai nunggu berminggu-minggu. Kami butuh kepastian,” ujarnya, Rabu (6/5/2026), dengan nada kesal.
Keluhan serupa mulai bermunculan dari warga lain. Lambannya pelayanan dinilai bukan sekadar gangguan teknis, melainkan mengarah pada persoalan pengelolaan layanan di tingkat kecamatan.
Pihak Kecamatan Baureno, melalui Johan, mengakui adanya hambatan. Ia menyebut gangguan jaringan serta keterbatasan personel sebagai penyebab utama.
“Ada kendala jaringan, dan satu staf cuti haji. Jadi saya ikut meng-cover pekerjaan itu,” kata Johan saat dikonfirmasi.
Namun, penelusuran awak media ini menemukan indikasi berbeda. Berdasarkan informasi yang dihimpun, penanganan paling lambat justru terjadi pada pengurusan KK yang berada dalam penanganan Johan.
Temuan ini memunculkan pertanyaan lanjutan: apakah keterlambatan murni akibat kendala teknis dan kekurangan personel, atau ada faktor lain yang belum terungkap?
Inkonsistensi penjelasan semakin terlihat ketika Johan menunjukkan tangkapan layar percakapan dengan rekannya di wilayah lain, termasuk Trucuk. Dalam percakapan tersebut, layanan disebut berjalan “lancar” tanpa gangguan berarti.
Fakta ini menimbulkan kontradiksi. Jika gangguan sistem benar terjadi, semestinya berdampak luas. Sebaliknya, jika wilayah lain tetap berjalan normal, maka persoalan di Baureno patut ditelusuri lebih jauh.
Johan menegaskan gangguan hanya terjadi pada aplikasi pengajuan KK dan tidak berdampak pada seluruh desa. Namun, pernyataan itu belum menjawab inti persoalan: keterlambatan yang dirasakan langsung oleh warga.
Di tengah kebutuhan administrasi yang kian mendesak, warga kini dihadapkan pada situasi tanpa kepastian, di antara klaim gangguan teknis dan realitas pelayanan yang tersendat.
Minimnya kejelasan waktu penyelesaian serta perbedaan fakta di lapangan memperkuat desakan agar evaluasi terhadap layanan administrasi di Kecamatan Baureno segera dilakukan.

Belum ada komentar