KABUPATEN JOMBANG, JAWA TIMUR-Peristiwa kebakaran hebat melahap gudang pabrik sepatu seluas 800 meter persegi milik Zainul Arifin di Dusun Karobelah 3, Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Rabu (7/10/2026). Kobaran api yang membumbung tinggi disertai kepulan asap pekat sempat memicu kepanikan warga sekitar sebelum akhirnya tim pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Petugas membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk menjinakkan si jago merah hingga situasi benar-benar kondusif.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Bhirawa Felipe Diaz Quintas, mengonfirmasi bahwa kepulan asap pertama kali terlihat oleh warga pada pukul 16.36 WIB. Warga setempat sempat bergotong-royong memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun kobaran justru kian membesar karena banyaknya material yang mudah terbakar di dalam gudang. Menyadari bahaya yang mengintai, warga segera menghubungi Call Center Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jombang pada pukul 17.07 WIB guna meminta bantuan armada pemadam.
Merespons laporan darurat tersebut, Pos Damkar Mojoagung langsung mengerahkan tim pemadam dan tiba di lokasi hanya semenit kemudian, yakni pukul 17.08 WIB. Guna mengatasi amukan api yang meluas, petugas menurunkan dua unit mobil fire pumper truck, satu unit mobil penyuplai air (fire supply truck), serta satu unit kendaraan penyelamat (rescue car). Sinergi penanganan di lapangan melibatkan personel gabungan dari Pos Damkar Mojoagung, Damkar Jombang, Pusdalops BPBD, Yon TP 534, Koramil Mojoagung, Polsek Mojoagung, serta elemen masyarakat setempat.
Kerja keras tim gabungan akhirnya membuahkan hasil ketika api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Kamis dini hari setelah melalu proses pendinginan intensif. Kendati tidak ada laporan korban jiwa saat penanganan berlangsung, bangunan gudang beserta seluruh isi material di dalamnya dilaporkan ludes terbakar. Luasnya area yang terdampak serta pekatnya material bahan sepatu menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas dalam memastikan tidak ada sisa titik api yang berpotensi menyala kembali.
Hingga Jumat (9/10/2026), aparat Kepolisian Sektor Mojoagung bersama Satreskrim Polres Jombang masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab pasti timbulnya api. Pihak kepolisian menerapkan prinsip kedisiplinan penyelidikan dan belum memberikan spekulasi terkait pemicu utama maupun perkiraan nilai kerugian materiil akibat musibah ini. Penyelidikan mendalam terus berjalan guna memastikan apakah kebakaran murni dipicu faktor teknis atau terdapat unsur lainnya.

Belum ada komentar